Dua Hari Udara di Pantai Amal Tidak Sehat

  • 25 Agt 2026 17:01 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan mencatat kualitas udara di Pantai Amal pada 21-22 Agustus 2026 masuk kategori tidak sehat. Hasil ini didapat dari pengukuran selama 24 jam non-stop.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di DLH Tarakan, Chaizir Zein mengatakan pengujian dilakukan menggunakan alat APAS untuk mengukur parameter PM2,5, PM10, TSP, Ozone dan CO.

"Untuk hasil uji kualitas udara yang di Amal sudah kita lakukan. Itu tanggal 21-22, dari hari Jumat sampai Sabtu selama 24 jam non-stop. Memang ada parameter yang melebihi baku mutu yaitu PM2,5," katanya, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, berdasarkan pengujian indeks kualitas udara, angka PM2,5 di Pantai Amal berada di angka 101. "Itu kategori 101 dia. Kalau di indeks itu 101, dia kualifikasinya sudah kuning. Berarti tidak sehat untuk tanggal 21-22 kemarin," jelasnya.

Chaizir menyebut tingginya partikulat PM2,5 berkaitan erat dengan banyaknya titik api dan intensitas asap di wilayah sekitar. PM2,5 merupakan partikel berukuran 2,5 miklA yang jika terhirup dapat langsung masuk ke paru-paru dan berpotensi menyebabkan ISPA.

"PM2,5 itu partikulat debu dan juga partikel asap. Sangat kecil. Kalau yang 2,5 ini kan dia kalau kita bernapas itu bisa langsung masuk ke paru-paru. Makanya penyebabnya ISPA," ujar Chaizir.

Menindaklanjuti hasil tersebut, DLH sudah menyampaikan laporan ke Wali Kota Tarakan. Arahan yang diberikan adalah agar Dinas Kesehatan menyampaikan imbauan melalui masjid-masjid agar warga sekitar menggunakan masker.

Namun Chaizir menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang turun semalam cukup membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara.

"Hujan ini dengan intensitas sedang tinggi itu cukup sangat mempengaruhi. Karena dia melarutkan partikel debu asap yang ada di udara seperti PM2,5, PM10 itu. Jadi setelah hujan itu insya Allah bisa turun," kata Chaizir.

Meski begitu, ia mengingatkan kualitas udara bisa kembali memburuk jika cuaca panas dan tidak ada hujan dalam beberapa hari ke depan. Adapun untuk wilayah tengah kota, berdasarkan data SPKUA DLH Tarakan, kualitas udara masih tergolong baik dengan indeks 60-69.

Sementara itu, DLH juga berencana melakukan pengujian di wilayah Juata. "Pak Kadis arahkan kita lakukan pengujian juga di area Juata. Cuma kita lihat dulu ini trendnya seperti apa, kabut asapnya," ucap Chaizir.

Masyarakat juga bisa memantau kualitas udara secara real time melalui aplikasi ISPU yang bisa diunduh di Playstore. Data terbaru tanggal 23 Agustus menunjukkan indeks turun menjadi 57.

"Kalau mau dicek juga bisa di aplikasi di HP di download. Di playstore itu ada ISPU. Real time, sehari-hari," pungkasnya. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....