Kebakaran Lahan Ancam Permukiman, Kodim Turun Tangan

  • 22 Agt 2026 23:38 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN : Kebakaran lahan kosong milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan di Jalan Padat Karya RT 02, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, meluas hingga sekitar empat hektare, Jumat (21/8/2026) malam.

Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan personel Kodim kembali diterjunkan untuk membantu pemadaman. Keterlibatan tersebut dilakukan bersama instansi terkait yang selama ini menangani sejumlah kejadian kebakaran lahan di Tarakan.

“Memang beberapa kali kita turun bersama-sama dengan instansi terkait untuk membantu pemadaman di beberapa titik. Seperti malam ini, begitu ada kejadian di Pantai Amal, personel langsung digerakkan untuk membantu,” katanya.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 Wita. Api membakar rumput dan semak belukar di lahan kosong yang kondisinya kering akibat musim kemarau. Kondisi lahan seperti itu membuat api relatif cepat menjalar, terlebih ketika disertai angin.

Jadi, penanganan tidak hanya diarahkan pada titik api utama, tetapi juga mencegah api merambat ke area lain. "Kalau melihat kondisi lahannya memang cukup kering. Apalagi ada angin, api bisa cepat berpindah. Jadi yang dilakukan di lapangan bukan hanya memadamkan titik yang terbakar, tetapi juga mengantisipasi supaya tidak meluas,” jelasnya.

Kodim 0907/Tarakan mengerahkan empat personel dan satu unit mobil pemadam. Penanganan juga melibatkan BPBD dengan tiga mobil tangki air dan tiga pompa pemadam, PMI, Polsek Tarakan Timur, Posal, relawan Kolakar, perangkat kelurahan serta masyarakat.

Dandim menyebut koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam proses pemadaman. Masing-masing unsur bergerak menyesuaikan kebutuhan di lapangan, termasuk memastikan ketersediaan air dan menjangkau bagian lahan yang terbakar.

“Di lapangan semua saling membantu. Ada yang menangani pemadaman, ada yang menyuplai air, dan ada juga yang memantau titik-titik di sekitar lokasi. Polanya seperti itu supaya pekerjaan lebih cepat,” katanya.

Jarak rumah warga terdekat dari lokasi kebakaran sekitar 500 meter. Petugas juga harus memperhatikan arah pergerakan api agar tidak mendekati permukiman. “Kita juga melihat arah api dan jaraknya dengan permukiman. Jangan sampai kebakaran lahan seperti ini kemudian merambat dan menimbulkan dampak ke rumah warga,” ucap Danan.

Setelah hampir lima jam dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 22.45 Wita. Petugas BPBD, PMI dan relawan Kolakar meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.27 Wita setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Danan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi kemarau ketika rumput dan semak belukar mudah terbakar. “Kalau memang ada aktivitas di sekitar lahan, jangan sampai menggunakan api sembarangan. Kondisi seperti sekarang cukup rawan. Sekali api membesar dan kena angin, penanganannya bisa jauh lebih sulit,” pungkasnya. (CRZ)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....