BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Kaltara

  • 21 Agt 2026 10:43 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Juata Tarakan mengingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, secara umum kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari diprakirakan cerah berawan. Sementara potensi hujan ringan bersifat lokal dapat terjadi di beberapa area pada malam hingga dini hari.

Prakirawan BMKG Juata Tarakan, Muhammad Hatta Rachim saat diwawancarai melalui telepon diacara Halo RRI edisi Jumat, (21/17/2026), suhu udara di Kota Tarakan diperkirakan berada pada kisaran 24–25°C untuk suhu minimum dan mencapai 32–34°C untuk suhu maksimum. Angin bertiup dominan dari arah Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan rata-rata 8-10 knot.

Terkait kondisi kabut asap yang sempat terlihat, BMKG menjelaskan bahwa fenomena tersebut dipengaruhi oleh sebaran titik panas (hotspot) di wilayah sekitar, seperti Kabupaten Bulungan. Pergerakan angin membawa asap tersebut ke wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya, sehingga jarak pandang sempat menurun hingga kisaran 5 km.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah di wilayah Kaltara saat ini masuk dalam kategori tinggi akibat kondisi cuaca yang dominan cerah dan kering.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas pembakaran sampah atau lahan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena material di permukaan tanah sangat mudah terbakar," ujar Muhammad Hatta Rachim.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kategori rendah, yaitu berkisar antara 0,5-1,25 meter. Sementara, jarak pandang di wilayah perairan pada pagi hari masih terpantau cukup baik pada kisaran 7-8 kilometer.

BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengimbau masyarakat untuk senantiasa memperbarui informasi cuaca resmi melalui kanal publikasi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca secara cepat. (Ren)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....