Kebencanaan Makin Tinggi, Tupoksi BPBD Perlu Diperkuat dan Dikhususkan
- 20 Agt 2026 18:39 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN : Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan urung menggabungkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan dengan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK).
Hal itu disambut positif Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep. ia menilai dengan kondisi saat ini, BPBD justru perlu diperkuat. “Tetap berdiri sendiri, justru diperkuatkan,” ujar Yonsep," Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, BPBD memiliki tupoksi khusus yang berkaitan langsung dengan kebencanaan dan kebutuhan masyarakat. “BPPBD ini, ya saya katakan, sepanjang kita ini memiliki interaksi dengan alam, dengan kegiatan kebutuhan masyarakat, sepanjang itulah BPBD iharus ada. Karena berkaitan terhadap mitigasi kebencanaan,” kata Yonsep.
Apalagi kualitas dan intensitas bencana saat ini justru semakin meningkat karena kondisi alam yang sudah terganggu. Karena itu, kelembagaan BPBD tidak bisa disamakan dengan organisasi perangkat daerah lain.
Soal wacana penggabungan dengan PMK, Yonsep menilai secara fungsi memang berdekatan, terutama dalam hal koordinasi. Namun, dari sisi manfaat, efisiensi anggaran, dan dampak pelayanan kepada masyarakat, penggabungan tidak memungkinkan.
“Dari fungsinya sangat mendekati. Koordinasi selama ini tetap aman, tetap berjalan. Tapi semua itu diminta melihat dari sisi manfaat dan dampak. Itu yang paling utama,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa memaksakan penggabungan karena ada regulasi dari pusat yang mengatur tentang pembentukan SOTK.
Di sisi lain, Yonsep menyoroti kekurangan jumlah personel di BPBD Tarakan. Idealnya, satu kecamatan memiliki 10 personel. Dengan 4 kecamatan, maka dibutuhkan 40 orang.
“Sementara yang tersedia ini kan cuma 18 orang. Sangat jauh sekali. Bayangkan, kerja dari pagi sampai ketemu pagi. Bisa sampai 5 kali dalam sehari,” ungkap Yonsep.
Meski terbantu relawan Tagana yang jumlahnya sekitar 20 orang saat turun lapangan, Yonsep menyebut tetap dibutuhkan tenaga teknis ASN.
“Mereka relawan, ikhlas. Tapi kan mereka punya pekerjaan lain juga. Yang di dalam itu perlu tenaga yang teknis,” imbuhnya.
Saat ini, BPBD Tarakan sudah mengajukan penambahan personel. Diharapkan ke depan ada perekrutan khusus. “Jangan kasih yang tua-tua. Kasih yang muda-muda. Yang presi. Karena kerjanya berat,” harapnya.
Ia juga menyebut, tahun depan ada sinyal anggaran akan bertambah sehingga penambahan personel bisa dipertimbangkan. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....