Karhutla Sepanjang Agustus Hanguskan 52,82 Hektare di 21 Titik
- 20 Agt 2026 10:16 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas dampak minimnya curah hujan di Tarakan dalam sebulan terakhir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep menyebut sebanyak 21 titik kebakaran hutan dan lahan terjadi sepanjang bulan Agustus 2026, dengan total luas area terdampak mencapai 52,82 hektare.
Penyebaran titik api terkonsentrasi di empat wilayah rawan. Yakni di Kelurahan Pantai Amal, khususnya dekat kampus Universitas Borneo Tarakan dan area perumahan serta kawasan Juwata Kerikil, Pasir Putih, hingga area perbukitan antara Kampung Empat dan Kampung Enam.
"kalau berdasarkan data kita di bulan Agustus saja itu 21 titik 21 titik dengan luas lahan yang terbakar 52,82 hektare," ujar Yonsep, Selasa (18/8/2026).
Dalam proses pemadaman, tim gabungan melibatkan BPBD, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), TNI, Polri serta relawan sempat menghadapi kendala minimnya sumber air baku.
Hal ini memaksa petugas menggunakan metode pemadaman konvensional dengan membuat kolam tampungan air sementara sebelum dialirkan menggunakan mesin portabel.
Selain kebakaran lahan di permukaan, BPBD Tarakan kini menaruh perhatian khusus pada titik kebakaran di area dekat Universitas Borneo Tarakan.
Di lokasi tersebut, paparan cuaca panas memicu terbakarnya lapisan batubara bawah tanah seluas kurang lebih satu hektare.
Yonsep menegaskan, rongga bekas pembakaran batubara tersebut berpotensi menyebabkan tanah ambles dan memutus akses jalan raya.
"Setiap pembakaran batubara itu kan pasti menghasilkan rongga. Rongga itu akan mengakibatkan memiliki potensi longsor... Kalau untuk jalan, memiliki potensi putus, karena itu kan dekat sekali dengan sumber api batubara itu," ujar Yonsep.
Untuk meminimalisir risiko kerusakan jalan utama, BPBD Tarakan fokus melakukan mitigasi awal dengan memutuskan lidah api.
Sementara itu, penanganan teknis jangka panjang, seperti pengupasan dan penutupan lahan, akan dikoordinasikan bersama Dinas Pekerjaan Umum serta melibatkan tim akademisi untuk kajian struktur tanah. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....