Kabut Asap Tebal Ancam Keselamatan Nelayan Kaltara
- 20 Agt 2026 10:15 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan — Memasuki bulan Agustus, cuaca buruk dan fenomena kabut asap tebal kembali melanda perairan Kalimantan Utara (Kaltara). Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan para nelayan tradisional yang sehari-hari menggantungkan hidupnya di wilayah laut tersebut.
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Provinsi Kalimantan Utara, Rustan, dalam siaran di Halo RRI mengungkapkan bahwa jarak pandang di laut saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan. Keadaan tersebut dipicu oleh tiupan angin kencang serta asap yang kian mengepul di wilayah perairan.
Menurut Rustan, ketebalan kabut asap pada momen-momen tertentu dapat membatasi jarak pandang secara drastis. "Kita pernah mengalami jarak pandang di laut itu kapal-kapal sudah di depan kita tapi tidak kelihatan, sekitar 100 meter sampai 500 meter itu tidak kelihatan apa-apa," ungkap Rustan.
Ia mengimbau seluruh nelayan agar tidak nekat melaut tanpa persiapan matang serta selalu membawa alat navigasi pendukung . Nelayan diwajibkan membawa kompas, GPS, serta memastikan kecukupan pasokan bahan bakar minyak (BBM) guna mengantisipasi risiko tersesat di tengah laut.
Rustan menceritakan pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya di mana sejumlah nelayan mengalami insiden akibat kehilangan arah. "Pengalaman kita itu tahun-tahun kemarin ada beberapa yang kesasar sampai kehabisan BBM karena tidak membawa kompas dan tidak menyadari haluannya salah," ungkapnya.
Selain faktor pandangan terbatas, para nelayan juga dihadapkan pada ancaman gelombang tinggi saat angin timur laut bertiup kencang pada malam hari. Kondisi ekstrem ini memaksa sebagian nelayan untuk menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan jiwa mereka.
Menanggapi situasi ini, pihak KNTI Kaltara meminta pemerintah daerah untuk segera membenahi dan memperbaiki fasilitas rambu-rambu navigasi di laut yang rusak atau mati. Langkah tersebut dinilai sangat krusial demi membantu memandu alur pelayaran para nelayan lokal di tengah kondisi cuaca yang memburuk.
Selengkapnya dapat Anda saksikan di https://www.youtube.com/watch?v=nf6oE3iDa-s
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....