Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang di Perairan Tarakan, Nelayan Diminta Waspada
- 19 Agt 2026 19:16 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN : Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membawa dampak terhadap aktivitas masyarakat di perairan Tarakan. Jarak pandang yang menurun akibat kabut asap membuat nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melaut sore dan malam hari.
Kasat Polairud Polres Tarakan AKP Elga Elite Raga Satria mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat beraktivitas di laut. Kondisi jarak pandang yang terbatas berpotensi menyulitkan nelayan melihat perahu lain maupun benda yang berada di jalur pelayaran.
“Situasi sekarang banyak fenomena kebakaran hutan yang menyebabkan kabut di sekitar perairan laut. Saya harapkan para nelayan mengutamakan keselamatan dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas karena jarak pandang terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, risiko tersebut perlu mendapat perhatian lebih ketika aktivitas melaut berlangsung hingga malam. Dalam kondisi berkabut dan berasap, kemampuan melihat kondisi sekitar dapat berkurang sehingga nelayan perlu menyesuaikan aktivitas dengan situasi perairan.
Khusus nelayan yang tetap melaut pada malam hari, penggunaan lampu penerangan menjadi salah satu hal yang sangat penting. Lampu tidak hanya membantu nelayan melihat kondisi di sekitar perahu, tetapi juga membuat keberadaannya lebih mudah diketahui oleh pengguna jalur pelayaran lainnya.
“Kalau melakukan aktivitas malam, usahakan menggunakan lampu penerangan. Kalau tidak menggunakan penerangan sangat berbahaya. Bisa terjadi tabrakan antarperahu atau menabrak benda yang ada di laut, baik sampah, kayu maupun benda lainnya,” katanya.
Selain penerangan, nelayan juga diminta memastikan perlengkapan keselamatan selalu tersedia. Salah satunya dengan membawa life jacket atau pelampung selama berada di laut.
Perhatian juga harus diberikan terhadap kapasitas muatan. Nelayan diingatkan tidak membawa barang secara berlebihan karena muatan yang melampaui kemampuan angkut dapat mengganggu keseimbangan perahu dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Jangan lupa juga membawa life jacket agar apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ada penyelamat untuk diri sendiri. Muatan juga harus diperhatikan, jangan sampai melebihi kapasitas karena bisa membahayakan diri sendiri,” ujar Elga.
Di tengah kondisi tersebut, Satpolairud Polres Tarakan memastikan patroli di wilayah perairan tetap berjalan. Kegiatan patroli rutin dilaksanakan setiap hari melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Selain melakukan pemantauan, personel juga memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Tarakan.
Wilayah kerja Satpolairud Polres Tarakan mencakup seluruh perairan di Pulau Tarakan. Masyarakat yang mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di laut dipersilakan segera menghubungi petugas.
Elga menegaskan, pelayanan kepolisian tersebut diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya.
“Kalau masyarakat ada hambatan atau kendala, silakan dilaporkan kepada kami. Pelayanan ini gratis tanpa dipungut biaya. Kami siap melayani masyarakat,” kata Elga.
Masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui 110 atau mendatangi langsung Satpolairud Polres Tarakan apabila membutuhkan bantuan.
Di tengah kondisi jarak pandang yang terganggu asap, kewaspadaan menjadi kunci. Nelayan diharapkan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi perairan dinilai tidak aman demi mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan selama beraktivitas. (CRZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....