Dinkes Tarakan Waspada Dampak Kabut Asap Karhutla
- 19 Agt 2026 18:59 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN : Meski kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tidak mengalami peningkatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan tetap mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap mulai menyelimuti Tarakan dampak minimnya curah hujan dalam sebulan terakhir. Kondisi udara yang disebut kurang baik dikhawatirkan memicu gangguan pernapasan.
Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, mengatakan ISPA memang rutin masuk 10 besar penyakit setiap bulan di puskesmas. Namun berdasarkan data surveilans mingguan, kasus ISPA justru menurun dalam sepekan terakhir.
Data tersebut merupakan laporan pasien yang berkunjung ke puskesmas pada minggu ke-30 dan minggu ke-31 tahun 2026. "Berdasarkan laporan dari minggu ke-30 ke minggu ke-31, ISPA itu tidak mengalami peningkatan. Untuk ISPA itu dari minggu ke-30 itu 515 kasus, sedangkan di minggu ke-31 itu turun 247 kasus. Jadi tidak menjadi peningkatan walaupun yang sebenarnya masih banyak,” ujar Devi, Rabu (19/8/2026).
Meski turun, ia mengingatkan warga tetap waspada. Sebab, merujuk laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), indeks kualitas udara di Tarakan saat ini, kurang bagus.
Devi mengimbau warga untuk mengurangi ke luar rumah apabila tidak terlalu penting serta menggunakan masker. Selain memakai masker, warga yang mengalami demam, batuk, pilek, agar mengurangi kontak dengan anggota keluarga lain di rumah.
“Kalau dari laporan DLH, indeks kualitas standar udara, mereka kan sudah menyampaikan bahwa indeks kualitas udara ini masih kurang bagus. Kalau misalnya tidak perlu untuk keluar rumah ya dihindari, dikurangin untuk keluar rumah. Kemudian kalau keluar rumah pun harus pakai masker untuk menghindari bahaya, apalagi ada asap," ungkap Devi.
Masyarakat disarankan istirahat, makan bergizi, minum air putih yang cukup, dan tetap beraktivitas fisik. Dinkes akan terus memantau laporan kasus ISPA setiap Selasa melalui sistem surveilans puskesmas. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....