Cucu dan Nenek di Sebatik Bersatu Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI
- 18 Agt 2026 13:39 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Sebatik Timur – Sebuah pemandangan unik dan menyentuh hati mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Bertempat di Teras Masjid Islahul Ummah, Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, puluhan warga dari lintas generasi—mulai dari cucu hingga nenek—berdiri bersama dalam satu barisan upacara bendera, Senin (17/8/2026).
Kegiatan bertajuk Tasyakuran HUT RI ke-81 ini diinisiasi oleh Yayasan Muslih Center Kaltara dengan memadukan Upacara Bendera Lintas Generasi dan Pelestarian Tradisi Nusantara. Para peserta terdiri dari murid PAUD Islam Al-Hiro, SD Islam Al-Hiro, hingga para santri TPQ Al-Hiro yang mencakup kelompok usia dini, ibu-ibu, hingga lansia.

Tampak beberapa momen kebersamaan yang menarik perhatian, seperti Khalisa (5) yang berdiri sejajar dengan neneknya Hj. Intan (50), serta pasangan cucu-nenek lainnya seperti Rama bersama Baiyyah dan Aca/Ola bersama Hj. Zam-Zam. Meski dilaksanakan secara indoor di teras masjid untuk mengantisipasi cuaca terik bagi peserta lansia dan balita, prosesi upacara tetap berlangsung khidmat di bawah bimbingan personel Satgas Pamtas TNI Tanjung Aru.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ketua Yayasan Muslih Center Kaltara, Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Si.(Han.), menegaskan bahwa berada di wilayah perbatasan memberikan tanggung jawab moral tersendiri untuk menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini hingga usia senja.
"Kita bersyukur atas nikmat kemerdekaan Indonesia. Tentu negeri ini masih memiliki berbagai kelemahan dan kekurangan. Namun, kemerdekaan adalah nikmat besar yang patut kita syukuri dan kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat," ungkap Wahyudi dalam amanatnya.

Wahyudi menggarisbawahi pentingnya keterpaduan antara pendidikan agama dan cinta tanah air. "Pembiasaan Al-Qur’an dan cinta tanah air sejak usia dini hingga usia lansia menjadi tekad lembaga ini. Kami ingin pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga generasi yang mencintai tanah airnya," tambahnya.
Usai upacara bendera, suasana perbatasan semakin hangat dengan digelarnya aneka lomba masakan tradisional dan permainan rakyat Nusantara. Agenda ini ditujukan sebagai wadah interaksi antargenerasi, tempat di mana para lansia dapat mengedukasi generasi muda tentang warisan budaya bangsa.
Meski digelar penuh kesederhanaan di ujung utara NKRI, perayaan kemerdekaan ini membuktikan bahwa batas negara bukan penghalang untuk merawat rasa nasionalisme. Dari teras masjid kecil di Pulau Sebatik, bendera Merah Putih tetap berkibar kokoh di hati para penjaga benteng negeri dari lintas generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....