Asap Pekat Sempat jadi Kendala Petugas Padamkan Kebakaran di Gudang STB
- 18 Agt 2026 13:33 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan — Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) sempat menghadapi kendala saat menjinakkan si jago merah yang melahap gudang sembako milik STB di Jalan Kusuma Bangsa, Senin (17/8/2026).
Api baru bisa dipadamkan setelah lebih dari satu jam, dan proses pendinginan masih berlanjut hingga petang.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriatnoko mengatakan, awalnya laporan kebakaran diterima pukul 16.32 WITA. Pihaknya kemudian mengerahkan tim dari markas komando dan langsung melakukan pemadaman hingga pukul 17.40 WITA.
Namun bukan tanpa kendala. Petugas dihadang asap tebal di dalam gudang yang mengganggu jarak pandang dan pernapasan. Pasalnya di dalam gudang tersimpan sembako dan barang-barang mudah terbakar.
“Tadi sempat asapnya menyulitkan petugas memadamkan api. Sehingga jarak pandang terganggu. Ini kan titik api muncul terus sehingga lama pemadaman karena memang di dalam banyak barang-barang kayak sabun itu mudah," jelas Eko.
Petugas terpaksa menggunakan alat bantu pernapasan untuk masuk ke dalam. Seluruh isi gudang dilaporkan ludes terbakar, mulai dari minyak goreng, kacang, air mineral hingga bahan makanan lainnya.
Kendala lain adalah lokasi gudang yang berbatasan langsung dengan area Pertamina. Kepulan asap tinggi sempat membuat khawatir api merambat. Namun reaksi cepat dari Fire Rescue Pertamina EP Tarakan Field berhasil melokalisir api tidak merembet.
“Alhamdulillah kita berhasil melokalisir. Informasi yang cepat karena asap juga mengepung tinggi. Jadi kebetulan sekali berbatasan langsung sama Pertamina,” ungkap Eko.
Dalam pemadaman ini PMK mengerahkan 1 unit fire dan 2 unit supply dari mako, serta mendapat bantuan 1 unit fire dan 1 unit supply dari Pertamina. PDAM juga membantu suplai air. Di lokasi juga terdapat tandon air milik pemilik gudang dengan kapasitas hampir 50 ton.
Eko memastikan tidak ada korban jiwa dan api tidak merambat ke mess pekerja di samping gudang karena blocking berhasil dilakukan.
Terkait penyebab kebakaran, Eko enggan berspekulasi dan menyerahkan penyelidikan kepada aparat kepolisian. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....