Kabut Asap Dampak Karhutla Mulai Mengancam Warga Tarakan

  • 17 Agt 2026 16:56 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memantau adanya kabut asap di wilayah Tarakan.

Kondisi ini dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Utara (Kaltara) dan sekitarnya, ditambah cuaca kemarau yang semakin kering.

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengatakan saat ini wilayah Indonesia termasuk Kaltara sedang memasuki puncak musim kemarau. Ditambah indeks El Nino berada pada fase kuat, sehingga intensitas hujan menurun drastis.

“Di beberapa wilayah Indonesia sekarang sedang memasuki puncak musim kemarau dan saat ini indeks El Nino juga pada fase kuat. Sehingga secara umum ini menurunkan intensitas cuaca hujan," ujar Sulam Khilmi, Senin (17/8/2026).

Terkait kualitas udara, BMKG Tarakan mencatat saat ini sudah berada pada kategori sedang. Penurunan kualitas udara ini diduga kuat akibat kabut asap dari karhutla.

“Pantauan kualitas udara memang sekarang ini berada pada fase sedang. Jadi sudah di atasnya fase baik. Kalau sudah di atas 20 sampai 40 ini sudah sedang. Artinya kualitas udara kita saat ini ini sudah kualitasnya menurun,” jelas Khilmi.

“Artinya ada kemungkinan ini karena kabut asap. Baik di karhutla wilayah Kaltara, Tarakan, Malinau. Kemudian di Kalimantan Timur ini juga banyak, ataupun juga ada sedikit kiriman dari provinsi lain karena angin berodominan dari selatan ke utara," terang Khilmi.

Khilmi menjelaskan berdasarkan data sementara, titik panas di Kaltara terpantau di wilayah Bulungan.

BMKG Tarakan meminta masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penderita ISPA, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....