Soal Tumpukan Sampah di Pasar Tenguyun, DKUKMP Minta DLH Ambil Kontainer Tiap Hari
- 14 Agt 2026 05:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Tarakan merespons keluhan pedagang Pasar Tenguyun terkait tumpukan sampah yang kembali menumpuk beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Pengembangan Ekspor DKUKMP Tarakan, Yudhi, mengatakan penumpukan terjadi karena jadwal pengambilan kontainer dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang belum rutin setiap hari.
"Perhari ini, tadi pagi masih ada. Kendalanya di pengambilan kontainer. Dua sampai tiga hari baru diambil. Kalau sudah penuh ya itulah. Kami sudah minta ke DLH kalau bisa sehari sekali biar maksimal," ujar Yudhi, Rabu (12/8/2026).
Yudhi menjelaskan, saat ini pengelolaan kebersihan di dalam pasar menjadi kewenangan DKUKMP melalui 7 orang petugas. Namun 2 orang mengundurkan diri, sehingga yang efektif saat ini tersisa 4 hingga 5 orang.
Tugas petugas hanya mengangkut sampah pedagang dari los ke kontainer yang disediakan di dalam pasar. Sementara kontainer tersebut merupakan aset DLH.
Masalah bertambah karena pintu transfer depo di belakang pasar yang biasa digunakan warga untuk membuang "sampah semesta" saat ini ditutup. Akibatnya warga ikut membuang ke kontainer pasar.
"Portalnya sekarang dipindah. Tutupnya jam setengah satu sampai jam satu siang. Sampah semesta kalau mau buang nggak bisa ke sana, akhirnya buang ke kontainer kami. Sementara kontainer ini bukan setiap hari diambil," jelas Yudhi.
Ia menyebut pedagang tidak diperbolehkan membuang sampah di luar kontainer, termasuk menggunakan peti kayu sebagai tempat penampungan sementara. Usulan itu sempat diajukan saat rapat dengan petugas kebersihan namun tidak diizinkan.
"Gerobak teman-teman sudah penuh sampai sini, tidak boleh dibuang di sekitar. Harus masuk ke dalam kontainer. Akhirnya numpuk dan tidak bisa kami kosongkan," kata Yudhi.
DKUKMP mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala DLH Tarakan yang berjanji akan segera menurunkan armada untuk menarik kontainer.
"Tadi sudah saya telepon pak Kadis. Belum diangkat, lalu saya sarankan staf telepon. Katanya baru mau turun. Dari tadi malam kami tunggu. Kalau diambil hari ini, insya Allah selesai," ungkap Yudhi.
Terkait iuran, Yudhi menegaskan tidak ada iuran khusus sampah di pasar. Pedagang hanya membayar sewa lapak Rp81 ribu per bulan dan sewa kios Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per bulan. Saat ini jumlah lapak terdata sekitar 400, dan kios sekitar 200, namun tidak semua beroperasi.
Untuk pendapatan parkir, DKUKMP mengelola sendiri dengan sistem karcis. Rata-rata setoran parkir mencapai Rp1,2 juta per hari.
Yudhi berharap jika pengambilan kontainer bisa dilakukan setiap hari, persoalan sampah di Pasar Tenguyun tidak akan berulang. Ini merupakan kejadian kedua dalam beberapa hari terakhir.
"Solusinya kita lanjutkan hari ini. Kalau sehari sekali diambil, insya Allah tidak terjadi lagi penumpukan," tutup Yudhi. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....