Pedagang Pasar Tenguyun Keluhkan Sampah Menumpuk

  • 14 Agt 2026 00:10 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN : Pedagang di Pasar Tenguyun mengeluh karena tumpukan sampah yang sudah hampir tiga minggu tidak diangkut. Kondisi ini berdampak pada kunjungan pembeli yang menurun dan omzet pedagang turun drastis.

Salah satu pedagang, Nurmala, mengakui betapa terganggu dirinya berjualan dengan kondisi sampah yang menumpuk.

Dua titik penumpukan sampah terlihat di area pasar. Bau menyengat dan lalat membuat pedagang harus menutup dagangan agar tidak diserbu.

“Kondisi sampah ini sudah sejak berapa lama? Sudah hampir tiga minggu Pak ini. Numpuk begini. Pernah sekali pengelola ngangkut sampah cuma satu gerobak saja kali. Terus sudah, kembali lagi. Tadi ada pengelola lewat, lewat saja. Tidak diangkut. Tidak ada respon.” ujar Nurmala, Rabu (12/8/2026).

Ia mengaku omzetnya turun hingga 70 persen sejak sampah menumpuk. Dari biasanya Rp700 ribu, kini hanya sekitar Rp400 ribu. Kondisi itu terbilang tidak kembali modal.

Para pedagang mengaku rutin membayar iuran kebersihan. Untuk meja di dalam pasar sebesar Rp81 ribu per bulan. Sementara ruko bisa lebih dari Rp100 ribu per bulan. Namun sejak dua orang petugas pengangkut sampah berhenti, tidak ada lagi yang mengangkut.

Para pedagang berharap ada rapat bersama untuk mencari solusi. Mulai dari pengangkutan sampah yang kembali normal, hingga penataan pedagang agar tidak merugikan satu sama lain.

"Harapan pedagang, sampahnya harus segera diangkut. Iya, kalau bisa dikondisikan sampahnya. Walaupun pembeli agak bagaimana-bagaimana, yang penting kan bersih,” harap Nurmala. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....