Tak Ingin Jadi Penonton, Perempuan di Kawasan Industri Baca Perubahan Demografi
- 13 Agt 2026 16:42 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang bergerak cepat di kawasan pesisir Kampung Baru dan Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, mendorong perempuan setempat untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton.
Mereka mulai membuka ruang untuk memahami perubahan yang terjadi di sekitar kampung, termasuk dampak perkembangan kawasan industri terhadap kehidupan masyarakat.
Upaya itu dilakukan melalui diskusi kampung yang difasilitasi Inaya Kayan Indonesia.
Puluhan perempuan dan anak muda dilibatkan dalam ruang belajar membahas berbagai persoalan nyata yang dihadapi sehari-hari.
Diskusi tidak berhenti pada persoalan rumah tangga. Peserta diajak mengurai perubahan yang mulai terasa di kampung, mulai dari usaha kecil semakin sepi, terbatasnya kesempatan kerja bagi perempuan lokal, hingga perubahan kondisi lingkungan dalam beberapa tahun terakhir.
Koordinator Inaya Kayan Indonesia, Meta, menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan menjadi modal penting bagi masyarakat, terutama perempuan, agar mampu membaca perubahan sebelum menentukan sikap maupun menyampaikan aspirasi. “Ini ruang sederhana untuk berbagi cerita dan pengetahuan tentang banyak hal, dan tentu saja tentang perempuan itu sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman warga sehari-hari tidak bisa dipisahkan dari perubahan yang lebih besar.
Perkembangan kawasan industri di sekitar desa, misalnya, dapat memengaruhi pola ekonomi, kesempatan kerja, kondisi sosial, hingga lingkungan masyarakat.
"Makanya perempuan didorong untuk melihat persoalan secara lebih luas. Apa yang selama ini dianggap sebagai masalah pribadi atau keluarga, bisa jadi merupakan bagian dari perubahan kampung yang membutuhkan perhatian dan pembahasan bersama," jelasnya.
Bagi Inaya Kayan Indonesia, ruang belajar seperti ini bukan sekadar forum berbagi cerita.
Pengetahuan menjadi bekal agar perempuan memiliki posisi yang lebih kuat ketika menghadapi perubahan di wilayahnya.
Perempuan berada di garis terdekat dengan berbagai persoalan keluarga, mulai dari ekonomi rumah tangga, kesehatan, pendidikan anak hingga pengelolaan kebutuhan sehari-hari.
Ketika perubahan kawasan mulai membawa konsekuensi terhadap kehidupan masyarakat, kemampuan mereka membaca situasi menjadi semakin penting.
"Dengan pengetahuan yang lebih baik, perempuan diharapkan tidak hanya mampu memahami perubahan, tetapi juga berani menyuarakan kepentingan kampung dan ikut menentukan arah pembangunan yang berdampak langsung terhadap kehidupan mereka," ungkapnya.
Salah satu peserta, Bia, menilai ruang diskusi tersebut penting karena perempuan di kampung selama ini relatif minim mendapatkan akses informasi, termasuk mengenai perkembangan yang terjadi di wilayah sendiri.
“Khusus bagi kami di kampung, apalagi perempuan jarang mendapatkan informasi ataupun pengetahuan, bahkan terkait kampung sendiri. Pada kesempatan diskusi inilah kami bisa saling berbagi dan tentunya mendapat pengetahuan baru,” tuturnya. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....