Polda Kaltara Kerahkan 65 Personel Padamkan Karhutla 11,5 Hektare

  • 12 Agt 2026 21:29 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Kebakaran lahan kembali mengancam kawasan Jalan Bukit Indah atau SP 6, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Titik api baru muncul di lahan seluas sekitar 11,5 hektare yang sebelumnya telah dipadamkan.

Sebanyak 65 personel Direktorat Samapta Polda Kaltara diterjunkan pada Rabu (12/8/2026) untuk memburu titik api dan mencegah kebakaran kembali meluas.

Direktur Samapta Polda Kaltara, Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya, mengatakan, langkah ini dilakukan setelah petugas kembali menemukan sejumlah titik api di kawasan yang sebelumnya telah ditangani bersama BPBD dan instansi terkait.

"Petugas mengidentifikasi titik api, arah penjalaran, kondisi medan, akses menuju lokasi hingga ketersediaan sumber air," katanya.

Penanganan tidak sekadar mengejar api yang terlihat. Petugas juga menyisir area yang berpotensi menyimpan bara, karena sebagian lahan merupakan kawasan gambut. Sejumlah kendaraan dan peralatan pemadam dikerahkan, mulai dari kendaraan Karhutla, Armoured Water Cannon (AWC), truk, hingga kendaraan operasional.

Petugas juga menggunakan mesin pompa, fire hose, backpack pump, peralatan penyedot air, peralatan pemadaman manual dan alat pelindung diri. "Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama. Petugas bahkan harus membentangkan fire hose hingga sekitar 1,5 kilometer untuk menjangkau titik kebakaran," ungkapnya.

Namun begitu pasokan air juga diperkuat menggunakan truk air milik PT Mill. Langkah tersebut dilakukan agar proses pemadaman tidak terhenti akibat jauhnya sumber air dari titik api.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses dilanjutkan dengan penyiraman atau cooling down untuk memburu bara, asap, sekam dan titik panas yang masih tersisa. Langkah ini menjadi krusial karena lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Jika tidak ditangani hingga tuntas, api dapat kembali muncul dan menyebar.

“Kami menekankan kepada seluruh personel untuk merespons dengan cepat setiap informasi kebakaran lahan. Jangan hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi pastikan bara dan titik panas benar-benar ditangani agar tidak muncul kembali,” tegas Andreas.

Ia mengatakan, kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan lebih serius karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah tanpa terlihat secara langsung.

“Sinergi dengan BPBD, instansi terkait dan pengelola lahan harus terus diperkuat. Setelah api padam, pemantauan tetap wajib dilakukan. Jangan sampai api yang sudah dikendalikan kembali muncul dan meluas,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan penyisiran menyeluruh di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada api maupun bara yang tersisa. Dit Samapta Polda Kaltara juga meminta pihak PT PKN selaku pengelola lahan untuk terus melakukan pemantauan dan segera melaporkan apabila kembali ditemukan titik panas.

Hasil penanganan menunjukkan seluruh titik api baru berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan sekitar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam penanganan tersebut.

"Kami tegaskan, setiap kemunculan titik api akan direspons cepat. Penanganan karhutla tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api, tetapi juga memutus potensi kebakaran agar tidak kembali membesar dan mengancam kawasan di sekitarnya," pungkasnya. (rln)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....