Debu Beterbangan Selimuti Langit Tarakan
- 11 Agt 2026 07:46 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID.TARAKAN - Langit Tarakan dalam beberapa hari terakhir tampak diselimuti kabut tipis. Kondisi ini memunculkan spekulasi kemungkinan asap yang timbul dampak potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca panas.
Namun Badan Materorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, membantah. Berdasarkan pantauan satelit, dipastikan kabut tipis tersebut bukan asap dari karhutla.
Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menyebut hingga Senin (11/8/2026), hotspot di Kalimantan Utara (Kaltara) masih level medium atau kuning yang hanya titik panas. Belum doa
"Sejauh ini di Kaltara belum ada hotspot yang kategorinya hight. Memang ada hotspot di Kaltara khususnya di Malinau dan Bulungan, namun kategorinya masih medium, warnanya masih kuning, belum menunjukkan indikator itu sebuah kebakaran hutan dan lahan,” kata Sulam Khilmi.
Menurutnya, kabut di Tarakan disebabkan partikel debu yang beterbangan karena tidak ada hujan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menganggu jarak pandang.
“Debu melayang ke udara, sedikit mengaburkan pandangan. Tapi jarak pandang masih 10 kilometer, masih sangat bagus,” pungkas Sulam Khilmi.
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena minimnya curah hujan di Tarakan dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan debu banyak beterbangan.
"Yang terjadi kegaburan udara karena debu beterbangan, dampak tidak ada hujan,” jelas Khilmi.
Ia menambahkan sejauh ini titik hotspot terpantau banyak di Kalimantan Barat yang sudah masuk level merah atau hight.
Selain itu, potensi kiriman asap juga bisa datang dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan karena terbawa angin. Namun untuk Tarakan, hingga kini masih aman dan belum ada indikasi kiriman asap. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....