Ribuan Bendera Bentuk Semangat Kebangsaan di Batas Negeri

  • 10 Agt 2026 23:00 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Sebanyak 3.764 bendera Merah Putih dihimpun dalam Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara).

Gerakan tersebut ditegaskan bukan sekadar seremoni menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi menjadi momentum memperkuat nasionalisme dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah perbatasan.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltara yang telah memfasilitasi pelaksanaan gerakan tersebut.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN dan PTT yang turut berpartisipasi mengumpulkan ribuan bendera Merah Putih.

Menurutnya, pengibaran bendera Merah Putih di rumah, kantor, fasilitas umum maupun lingkungan masyarakat harus dimaknai lebih dari sekadar atribut perayaan kemerdekaan.

“Gerakan pembagian bendera Merah Putih merupakan salah satu upaya kita untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui pembagian dan pemasangan bendera selama bulan Agustus, mari kita hidupkan suasana kemerdekaan di lingkungan masing-masing,” tegasnya, Senin (10/8/2026).

Ia menekankan, pemasangan Merah Putih merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Meski sederhana, pemasangan bendera Merah Putih menjadi salah satu wujud kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia. Bendera yang kita kibarkan juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan karya, pengabdian dan perbuatan nyata,” ujarnya.

Kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak diperoleh secara cuma-cuma. Kemerdekaan merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa yang harus dijaga dan diteruskan melalui kontribusi nyata.

Karena itu, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam pembangunan daerah, menjaga persatuan, memperkuat gotong royong serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai kekuatan untuk terus membangun Kalimantan Utara, menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata bagi daerah dan bangsa,” tegas Zainal.

Sebagai provinsi yang berada di kawasan perbatasan negara, Kaltara memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Nasionalisme di wilayah perbatasan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pengibaran bendera, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat kebangsaan, kata dia, harus tercermin melalui kepatuhan terhadap hukum, menjaga keamanan dan kerukunan, membangun perekonomian, serta memastikan generasi muda di perbatasan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Menjaga perbatasan bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Kita harus membangun masyarakat perbatasan yang maju, sejahtera dan memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap NKRI,” katanya.

Zainal menegaskan, keberadaan Merah Putih di setiap sudut Kaltara harus menjadi simbol bahwa masyarakat di wilayah perbatasan berdiri tegak sebagai bagian dari Indonesia.

Karena itu, semangat kebangsaan harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Kita kibarkan Merah Putih di setiap rumah, kantor dan sudut Kalimantan Utara. Jadikan semangat kemerdekaan sebagai perekat persaudaraan, penguat persatuan dan penyemangat untuk terus membangun daerah yang maju, berdaya saing dan kokoh dalam bingkai NKRI,” pungkasnya. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....