80 Pelajar SNT Siap Dibentuk Jadi Talenta Unggul
- 10 Agt 2026 22:58 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN : Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 11 Tarakan resmi dimulai Senin (10/8/2026).
Kegiatan pembuka tahun ajaran baru ini berlangsung selama 5 hari dan menandai langkah awal operasional SNT pertama di Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltara, Andrianus Hendro Triatmoko, menyampaikan seluruh rangkaian persiapan telah selesai dan pelaksanaan MPLS berjalan lancar.
"Alhamdulillah persiapan sampai dengan hari ini pelaksanaan MPLS SNT 11 Tarakan dapat terlaksana dengan baik. Mudah-mudahan lancar sampai hari terakhir, hari kelima di hari Jumat," ujar Andrianus saat memberikan laporan di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan.
Untuk mendukung kegiatan, dua hari pertama MPLS dipusatkan di Balai Kota Tarakan. Sementara tiga hari berikutnya, peserta akan melanjutkan kegiatan di SMP Negeri 14 Tarakan.
Pada tahap awal, SNT 11 Tarakan menerima 80 peserta didik baru yang telah memenuhi kuota. Rinciannya 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa tingkat SMA.
Andrianus menekankan MPLS kali ini tidak hanya sekadar mengenalkan gedung dan aturan sekolah siswa juga diperkenalkan dengan visi, nilai, budaya belajar, kedisiplinan, serta pola pembelajaran khas SNT.
"Kami juga melakukan pemetaan potensi, minat dan bakat peserta didik sebagai dasar pembinaan. Sudah kami siapkan 14 ekstrakurikuler yang nanti akan ditawarkan kepada seluruh peserta," jelas Andrianus.
Tim pengajar juga sudah lengkap. Kepala Sekolah SNT 11 Tarakan yang merupakan putra daerah Tarakan didampingi Tim Pendamping Pembelajaran (TPP) telah dibekali pendekatan pembelajaran berbeda agar siswa mendapatkan pengalaman baru.
Andrianus menegaskan kehadiran SNT bukan hanya untuk menambah jumlah sekolah. Ada dua tujuan utama yang ingin dicapai.
Pertama, menghadirkan sekolah bermutu di daerah. "Kita ingin sekolah yang bermutu itu ada di setiap daerah. Anak-anak tidak harus jauh-jauh ke Jawa atau Jakarta dengan biaya mahal," kata Andrianus.
Kedua, menjadikan SNT 11 Tarakan sebagai katalisator peningkatan mutu pendidikan. Melalui kemitraan, pemanfaatan fasilitas bersama, dan program pengimbasan, SNT diharapkan memberi dampak positif ke sekolah-sekolah lain di Tarakan dan Kaltara.
"Karena itu kami memandang SNT bukan sekadar membangun sebuah sekolah, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan dan talenta unggul di daerah," tegas Andrianus.
Sejak awal, kata Andrianus, siswa juga ditanamkan mindset baru. Yaitu belajar bukan hanya untuk pintar, tetapi untuk menjadi manusia berkarakter, berkompetensi, berprestasi, dan mampu memberi kontribusi bagi daerah, bangsa, hingga dunia.
Meski optimis, pihak sekolah menyadari masih ada hal yang perlu diperkuat seperti sarana prasarana, kompetensi guru, dan sistem pembelajaran. Untuk itu, dukungan luas sangat dibutuhkan.
"Keberhasilan SNT tidak mungkin hanya tanggung jawab sekolah. Kami memohon dukungan Pemerintah Kota Tarakan, Pemerintah Provinsi, Kemendikdasmen, orang tua, dan masyarakat," ucap Andrianus.
Harapannya, SNT 11 Tarakan dapat berkembang menjadi pusat pengembangan talenta dan SDM unggul di Tarakan dan Kalimantan Utara.
Antusiasme tinggi terlihat dari peserta didik dan orang tua. Dengan dimulainya MPLS ini, SNT 11 Tarakan resmi memulai misinya mencetak generasi yang berakar pada kearifan lokal, berstandar nasional, dan berorientasi daya saing global. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....