Dampak Efisiensi, Anggaran Beasiswa Kaltara Unggul Turun jadi Rp5 Miliar

  • 07 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memutuskan penyaluran Beasiswa Kaltara Unggul tahun 2026 dipangkas signifikan. Dari Rp15 miliar di 2025, tahun ini hanya disiapkan Rp5 miliar.

Pemprov Kaltara kembali menyalurkan beasiswa Kaltara Unggul di tahun ini. Salah satu program Gubernur Zainal Arifin Paliwang dan Wakil Gubernur ingkong Ala ini bertujuan untuk meringankan beban kuliah mahasiswa Kaltara.

Namun efisiensi anggaran berdampak pada jumlah anggaran yang disiapkan tahun ini. Pemprov Kaltara terpaksa memangkas dari tahun lalu Rp 15 miliar menjadi hanya Rp 5 miliar.

Pemangkasan itu dibahas langsung Kepala Biro Kesra Setprov Kaltara, Muhammad Rosyit, bersama Komisi IV DPRD Kaltara dalam rapat koordinasi di Kantor Badan Penghubung Kaltara di Tarakan, Kamis, 6 Agustus.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian anggota DPRD. Kami paham ini jadi pantauan banyak lembaga. Kondisi keuangan nasional memang berdampak ke daerah. Kalau tahun 2025 kita bisa salurkan Rp15 miliar, tahun ini karena efisiensi anggaran rencana kita hanya Rp5 miliar," ujar Rosyit kepada wartawan usai rapat.

Dalam kesempatan itu, Rosyit juga menegaskan tidak ada unsur penganaktirikan perguruan tinggi. Penyaluran tahun ini hanya dilanjutkan untuk kampus yang sudah punya MoU dengan Pemprov Kaltara melalui Biro Pemerintahan, dan sudah ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama atau PKS ke Biro Kesra.

"Jadi pintu awalnya MoU. Itu tupoksinya Biro Pemerintahan. Setelah MoU, kampus wajib lanjutkan ke PKS. Kalau temanya beasiswa, PKS-nya masuk ke Biro Kesra. Kalau pendidikan ke Disdik, pertanian ke Dinas Pertanian," jelas Rosyit.

Dari 10 kampus yang sudah MoU, baru 6 kampus yang menindaklanjuti dengan PKS. Enam kampus itu yang tahun ini menerima alokasi.

Berdasarkan data, kuota beasiswa 2026 sebanyak 915 orang. Diperuntukkan mahasiswa UBT, UT, Unikal, Politeknik Kaltara, Politeksos dan Unisma Malang. Besarannya berbeda-beda mengikuti usulan UKT dari masing-masing kampus. Ini bukan KIP yang dibayar full. Ini sifatnya simultan, membantu UKT. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....