SB Sekatak Hangus Total, Nahkoda dan Awak Kapal Diperiksa
- 06 Agt 2026 21:44 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor bergerak cepat mengusut insiden kebakaran yang menghanguskan SB Sekatak AAA Kaltara di perairan sebelum Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026).
Nahkoda beserta seluruh awak kapal kini menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti kebakaran yang meluluhlantakkan kapal tersebut.
Pemeriksaan dilakukan setelah laporan kejadian diterima. Hingga kini, petugas masih mengumpulkan keterangan dari seluruh awak kapal sebagai dasar penyelidikan untuk memastikan bagaimana api pertama kali muncul hingga akhirnya menghanguskan speedboat.
Kepala Pos Pelabuhan Kayan II UPP Kelas II Tanjung Selor, Mulyono, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran karena seluruh proses masih dalam tahap pendalaman.
"Pagi tadi kami menerima laporan adanya speedboat yang terbakar. Saat ini nahkoda dan seluruh awak kapal masih kami mintai keterangan untuk menyusun kronologi secara utuh. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum seluruh fakta dan hasil pemeriksaan terkumpul," kata Mulyono.
SB Sekatak AAA Kaltara diketahui bertolak dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Tarakan sekitar pukul 10.20 Wita. Dalam perjalanan, sekitar 15-20 menit dari pelabuhan atau sebelum memasuki wilayah Salimbatu, kobaran api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar hingga melalap badan kapal.
Di tengah situasi darurat, nahkoda mengambil keputusan penting dengan mengarahkan speedboat ke tepian sungai agar proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin. Langkah tersebut dinilai menjadi faktor utama yang menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal.
"Informasi sementara yang kami peroleh, nahkoda langsung mengambil keputusan mengkandaskan speedboat ke tepian sungai. Keputusan itu sangat membantu proses evakuasi sehingga seluruh penumpang dapat turun dengan cepat dan berhasil diselamatkan," ujarnya.
Berdasarkan pendataan awal UPP Kelas II Tanjung Selor, terdapat 22 penumpang dan empat awak kapal berada di atas speedboat saat kejadian. Meski demikian, petugas masih melakukan verifikasi untuk memastikan jumlah penumpang, termasuk rincian dewasa dan anak-anak.
"Data sementara mencatat ada 22 penumpang di luar empat awak kapal. Pendataan masih terus kami lakukan agar seluruh identitas penumpang benar-benar sesuai dengan manifest dan kondisi di lapangan," jelasnya.
Mulyono memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan seluruh bagian speedboat. "Alhamdulillah seluruh penumpang dan awak kapal dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban meninggal maupun korban luka. Prioritas kami saat kejadian adalah memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman," tegasnya.
Seluruh kemungkinan masih didalami melalui pemeriksaan terhadap nahkoda, awak kapal, serta sejumlah aspek teknis lainnya. "Kami masih mengumpulkan seluruh keterangan dan mencocokkannya dengan hasil pemeriksaan di lapangan. Penyebab kebakaran maupun titik awal api belum bisa dipastikan sampai proses investigasi selesai," ungkap Mulyono.
Dari hasil pengecekan awal, kondisi SB Sekatak AAA dipastikan mengalami kerusakan total.
Seluruh badan kapal hangus terbakar, termasuk bagian mesin yang tidak lagi dapat diselamatkan maupun dioperasikan.
"Kondisi speedboat sudah hangus total. Kapal tidak mungkin dibawa kembali ke pelabuhan karena kerusakannya sangat parah. Hampir seluruh bagian kapal, termasuk mesin, sudah tidak dapat digunakan lagi," katanya.
UPP Kelas II Tanjung Selor akan menuntaskan proses pemeriksaan secara profesional dan menyeluruh agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara pasti.
Ia memastikan hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat aspek keselamatan pelayaran sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. "Kami akan mengusut kejadian ini hingga tuntas sesuai prosedur. Semua fakta akan kami dalami secara objektif. Harapan kami, hasil pemeriksaan ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran dan memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai penyebab insiden ini," pungkas Mulyono. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....