Antisipasi Kemarau, Siapkan Kolam Tandon Gotong Royong dan Siaga Relawan
- 05 Agt 2026 15:24 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan — Memasuki potensi puncak kemarau pada Agustus, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fokus utama diarahkan ke wilayah utara seperti Juata Laut serta kelurahan yang kerap mengalami kesulitan air baku seperti Pantai Amal.
Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep, menyebut Malinau dan Tanjung Palas sudah mulai merasakan dampak kemarau. Karena itu pihaknya tidak menunggu sampai krisis meluas.
"Kita sudah siap. Justru di daerah Amal itu kita sudah coba melalui kemandirian masyarakat, membikinkan kolam, kolam tampungan," ujar Yonsep saat ditemui di Tarakan, Selasa (4/8/2026).
Langkah gotong royong warga jadi kunci di RT 8 Kelurahan Amal. Kolam penampungan itu dibuat agar saat kemarau tiba warga punya cadangan air, sekaligus bisa dimanfaatkan untuk pemadaman api jika terjadi kebakaran lahan.
Wilayah lain yang jadi perhatian adalah Juata Laut. BPBD sudah menjalin komunikasi dengan PDAM untuk skema distribusi air bersih.
"Kalau di Juata itu sudah kita kerjasama, maksudnya sudah komunikasi dengan PDAM dan itu sudah siap untuk membantu kita distribusi berkaitan dengan bahan baku air. Tapi kalau kemarau, ya terkadang juga kesulitan dengan bahan baku ini," jelas Yonsep.
Yonsep menyebut sinergi antara masyarakat, PDAM, dan pemerintah penting agar distribusi tidak tersendat saat bahan baku air menipis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....