BPBD Tarakan Waspadai Sejumlah Titik Rawan Karhutla
- 05 Agt 2026 14:04 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Memasuki potensi puncak kemarau pada September mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan kembali mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Berdasarkan pemetaan risiko, terdapat sejumlah titik awasan lahan terbuka yang dinilai paling rawan terjadi kebakaran, terutama yang ditumbuhi rumput tebal. Seperti di Kelurahan Juata Laut, Juata Kerikil dan Juata Permai serta di Pantai Amal.
"Itu paling berisiko. Sudah kita mitigasikan kepada masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep, Selasa (4/8/2026).
Untuk penanganan, BPBD mengandalkan relawan seperti Kolakar dan Destana. Saat ini titik yang paling intens disiapkan adalah Kelurahan Pantai Amal, Juata Kerikil, Juata Laut, dan Juata Permai.
"Kita sebenarnya yang lebih relawan hanya Amal sama Juata," ungkap Yonsep.
Sarana pemadaman disebutnya sudah cukup meski masih terbatas. "Sudah, sudah siap sih. Walaupun dengan keterbatasan kita, kita sudah siap dengan itu. Dan kita punya anu juga, relawan juga," tegas Yonsep.
Yonsep mengimbau warga agar berhati-hati saat membakar dan membuka lahan selama musim kemarau. BPBD tidak melarang, tapi meminta agar lokasi pembakaran dipikirkan baik-baik dan segera melapor jika api tidak terkendali.
"Kita berharap kepada masyarakat, sudah kita himbau supaya berhati-hati dalam hal membakar pada saat kemarau dan membuka lahan untuk dijaga. Kalau perlu hubungi kami atau kehutanan dalam hal penanganan lebih awal. Yang artinya kita siap untuk membantu masyarakat," pinta Yonsep.
Warga juga bisa meminjam tandon milik BPBD untuk penampungan air. Caranya cukup memberitahu petugas.
Laporan bisa disampaikan melalui nomor darurat 112 atau langsung ke BPBD. Kontak lurah dan camat juga bisa dihubungi karena sudah memiliki jalur komunikasi dengan BPBD.
Meski berharap ada hujan dalam beberapa hari ke depan, Yonsep memperkirakan kondisi kemarau akan berlangsung hingga bulan 9.
"Kita berharap sinergi dari antara semua pihak, baik masyarakat maupun seperti PDAM itu bisa membantu kesulitan kita dengan bahan baku," tutup Yonsep. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....