Paskibraka Tarakan Digembleng TNI-Polri tanpa Libur
- 04 Agt 2026 11:57 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Tahapan latihan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Paskibraka Tarakan 2026 resmi bergulir di Gedung Tarakan Art & Convention Center (TACC) sejak Senin (3/8/2026).
Para calon anggota Paskibraka mulai digembleng secara intensif oleh tim pelatih gabungan dari unsur TNI dan Polri.
Pelatih Pusdiklat Paskibraka Tarakan dari Kodim 0907/Tarakan, Sersan Mayor Maman Setiawan, mengungkapkan bahwa seluruh materi latihan telah dirancang secara sistematis demi memantapkan kesiapan fisik, mental, hingga formasi pasukan jelang upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus mendatang.
Maman menjelaskan, tiga hari awal Pusdiklat difokuskan penuh pada penataan fondasi gerakan lewat pengenalan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dasar.
"Tahapannya kita mulai dari awal. Selama tiga hari pertama, fokus kita memberikan materi pengenalan PBB dasar. Setelah fondasi dasar ini mantap, barulah kita berlanjut ke gerakan PBB baku dan gerakan berjalan," terang Serma Maman.
Tak hanya mengasah fisik dan ketangkasan di lapangan, para peserta juga dibekali materi pemantapan Wawasan Kebangsaan (Wasbang).
Edukasi mengenai Pancasila dan nilai-nilai kepaskibrakaan menjadi porsi penting untuk menanamkan jiwa nasionalisme yang kuat pada diri setiap calon pengibar bendera.
Masuk pada hari keenam pemusatan latihan dengan catatan materi PBB dasar telah dikuasai dengan baik, tim pelatih baru akan mulai menggembleng pembentukan formasi khusus.
Momen ini sekaligus menjadi ajang seleksi krusial untuk menentukan komposisi Pasukan 17, Pasukan 8, Pasukan 45, hingga penunjukan pembawa baki dan pengibar bendera utama.
Mengenai kriteria penentuan petugas pembawa baki dan pengibar bendera, Maman menegaskan adanya proses penilaian yang objektif dari seluruh tim pelatih.
"Kriterianya tentu ada. Kita lihat dari penguasaan PBB dasar mereka. Peserta yang tanggap, trengginas, serta memiliki kepribadian (attitude) yang baik akan terpilih masuk di Pasukan 8 maupun posisi strategis lainnya," jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa komposisi petugas untuk pengibaran dan penurunan bendera akan dibuat berbeda. Hal ini sengaja dirancang agar terjadi pemerataan perwakilan dari tiap-tiap sekolah asal peserta, sehingga ilmu dan pengalaman yang didapat bisa ditularkan kepada adik-adik kelas mereka kelak.
Sementara itu, untuk Pasukan 45 yang terdiri dari personel TNI dan Polri dijadwalkan mulai bergabung dan berintegrasi dalam latihan bersama di Gedung TACC pada tanggal 10 Agustus 2026.
Sejak dibuka resmi pada 3 Agustus 2026, agenda Pusdiklat dipastikan berjalan padat tanpa hari libur hingga hari puncak pengibaran bendera.
Setiap harinya, latihan dimulai pukul 07.00 WITA dan berakhir pada saat jadwal penurunan bendera pukul 18.00 WITA. Kedisiplinan stamina para peserta tetap dijaga ketat melalui pembagian waktu istirahat dan asupan nutrisi yang teratur:
Masa gemblengan kondisi fisik di lapangan akan dipungkas pada 14 Agustus 2026. Selanjutnya, para peserta disiapkan untuk menjalani Acara Pengukuhan pada 15 Agustus pukul 15.00 WITA, disusul Gladi Bersama lintas instansi pada 16 Agustus pukul 16.00 WITA, sebelum akhirnya menunaikan tugas utama pada 17 Agustus 2026.
Latihan Paskibraka Tarakan tahun ini dikawal langsung oleh kolaborasi tim pelatih lintas satuan. Unsur pelatih terdiri dari Kodim 0907 Tarakan 2 personel, Polres Tarakan 2 personel,
Satrad 204 Lanud Anang Busra 2 personel dan
Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
Melalui pengawalan ketat dari tim pelatih gabungan ini, diharapkan para calon Paskibraka Kota Tarakan 2026 mampu tampil prima, disiplin, dan sukses mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sempurna. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....