Pusdiklat Paskibraka Digelar tanpa Dikarantina karena Efisiensi Anggaran

  • 03 Agt 2026 20:10 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan resmi memulai Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 di halaman Tarakan Art and Convention Center (TACC), Senin (3/8/2026).

Pembukaan dilakukan langsung Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes melalui upacara yang dirangkaikan dengan penyematan topi kepada 33 calon Paskibraka serta penyematan band kepada tim pelatih.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Tarakan, Wilson Simon, menyebut meski latihan resmi baru dimulai hari ini, latihan non-resmi sudah berjalan sejak tiga minggu lalu.

“Tujuannya lebih ke pembentukan fisik dan mental para peserta. Jadi di latihan resmi mereka bisa fokus untuk PBB dan formasi pengibaran bendera,” ujarnya saat ditemui usai pembukaan.

Tahun ini, Paskibraka Kota Tarakan beranggotakan 33 orang, terdiri dari 16 putra dan 17 putri. Seperti tahun sebelumnya, mereka akan diiringi Pasukan 45 yang beranggotakan 45 personel gabungan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri. Total, 88 personel akan terlibat dalam prosesi pengibaran bendera HUT ke-81 RI di Tarakan.

“Harapan kita sesuai edaran Bapak Presiden dan arahan Bapak Wali Kota, upacara tidak hanya hikmat, tetapi juga menampilkan yang terbaik dari Pemkot Tarakan,” tegas Wilson.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemusatan latihan Paskibraka 2026 tidak dilakukan dengan sistem karantina atau asrama. Wilson menyebut kebijakan ini diambil karena keterbatasan anggaran dan efisiensi yang kini berlaku di seluruh pemerintah daerah.

“Peserta calon paskibraka dan pasukan 45 mobile pulang pergi. Tapi waktu latihannya kita maksimalkan mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WITA setiap hari,” jelas mantan Lurah Juata Kerikil ini.

Meski tanpa karantina, ia memastikan hal itu tidak mengurangi semangat panitia dan peserta untuk memberikan penampilan terbaik.

Pemusatan latihan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Agustus 2026, termasuk geladi bersih. Setelah itu, peserta akan menjalani hari tenang pada 16 Agustus untuk beristirahat sebelum bertugas pada 17 Agustus.

Terkait penentuan formasi, pasukan 8, pasukan 17, hingga petugas pembawa baki, Wilson menegaskan seluruhnya diserahkan kepada tim pelatih dan pembina.

“Sambil berjalan pelatihan ini akan dinilai, siapa yang cocok ditempatkan di posisi mana,” kata Wilson.

Dengan waktu latihan yang terbilang mepet, panitia menyiapkan jadwal harian penuh dari pagi hingga sore, diselingi waktu istirahat dan ibadah.

Langkah efisiensi ini menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan Paskibraka 2026 di Tarakan. Meski tanpa asrama, Pemkot Tarakan optimistis pasukan pengibar bendera tahun ini tetap tampil prima pada upacara 17 Agustus mendatang. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....