350 Mahasiswa Baru Diajak Bengenal Cara Belajar UT Melalui OSMB

  • 01 Agt 2026 18:22 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Universitas Terbuka (UT) Tarakan memulai rangkaian akademik tahun ganjil 2026/2027 dengan menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di Auditorium Kantor Perwakilan BPK Kaltara, Sabtu (1/8/2026).

Dibuka Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, Kegiatan gelombang pertama ini diikuti 350 mahasiswa baru dari Kota Tarakan, dari total lebih 1.500 mahasiswa yang tersebar di seluruh Kalimantan Utara (Kaltara).

Direktur UT Tarakan, Jeje Muhammad Najib, menyampaikan permohonan maaf karena OSMB kali ini digelar di luar kampus UT Tarakan. Karena jumlah mahasiswa yang banyak tidak sebanding dengan kondisi auditorium Kantor UT Tarakan.

Meski demikian, tidak menyurutkan semangat UT Tarakan untuk menggelar kegiatan. Terlebih acara juga didukung Pemkot Tarakan.

“Dari mulai UT berdiri, tanah kita dicarikan loh sama pak wali kota, sehingga bisa dibangun di depan bandara. Kalau kami mau ke mana-mana gampang sekali. Tinggal nunggu suara pesawat datang, baru kami berangkat ke bandara. Tanah kita strategis luar biasa. Itu berkat bantuan Bapak Wali,” ungkap Jeje disambut tepuk tangan peserta.

Jeje menegaskan, kehadiran Wali Kota untuk membuka OSMB sekaligus memberi sambutan menjadi bukti komitmen Pemkot Tarakan terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh.

OSMB disebut Jeje sebagai langkah awal dari perjalanan akademik mahasiswa UT. Ia menekankan, mahasiswa UT wajib menjadi pebelajar mandiri karena sistem UT menganut konsep pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh.

“Terbuka itu artinya inklusif. Siapapun boleh masuk selama minimal ijazah SMA, mau umur berapapun, lulusan kapanpun, boleh masuk UT. Dari kota Tarakan yang mudah akses, sampai wilayah jauh seperti Lumbis, Krayan, Krayan Selatan, bahkan saudara kita di Sabah Malaysia. Sebentar lagi Insya Allah Brunei juga akan masuk ke UT Tarakan,” jelas Jeje.

Tantangan pertama yang harus dihadapi mahasiswa baru adalah budaya baca. Jeje mengingatkan, setiap mahasiswa akan menerima setumpuk buku dengan ketebalan minimal 360 halaman per mata kuliah.

“Kalau ambil 6 mata kuliah, berarti 6 kali 360 halaman. Bisa 3.000 sampai 4.000 lembar yang harus selesai dalam 4 bulan ke depan, karena Desember sudah ujian,” kata Jeje.

Karena itu, setelah OSMB, mahasiswa akan mengikuti LPKBJJ atau Latihan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh.

“Teman-teman harus tahu triknya, cara membaca buku UT yang tebal itu agar bisa selesai tepat waktu dan siap ujian,” tambah Jeje.

OSMB UT Tarakan digelar bergelombang. Setelah 350 mahasiswa di Tarakan, gelombang kedua akan diikuti 270 mahasiswa. Di Kabupaten Bulungan tercatat 400-an mahasiswa baru, Malinau digabung Tana Tidung dan Lumbis sekitar 213 mahasiswa, serta Nunukan 316 mahasiswa.

“Alhamdulillah setiap OSMB kita selalu didukung seluruh pemerintah daerah di Kaltara. Pemerintah Provinsi, Pemkot Tarakan, Pemkab Bulungan, Nunukan, Malinau, semua support,” ujar Jeje.

Jeje berpesan agar mahasiswa UT menjadi pebelajar yang baik, menjaga integritas akademik, dan menghindari kecurangan.

Ia juga mendorong mahasiswa tidak hanya lulus, tapi juga punya daya saing dan tidak menambah jumlah pengangguran.

“Boleh minta ke kami pelatihan, tambahan skill di luar kurikulum. Kami siap memfasilitasi,” kata Jeje.

Tak lupa, Jeje mengajak mahasiswa membangun kebersamaan sejak OSMB. Ia berkelakar agar mahasiswa yang hari ini duduk bersama tidak justru bertengkar di jalan hanya karena senggolan motor. Jeje juga mengingatkan pentingnya bijak bermedia sosial.

OSMB UT Tarakan 2026 ini menjadi penanda dimulainya perkuliahan bagi ratusan mahasiswa baru yang kini resmi menjadi bagian dari kampus dengan sistem belajar fleksibel dan menjangkau hingga pelosok perbatasan. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....