Tekan Balap Liar di Tarakan, IMI Kaltara Dorong Hadirnya Wadah Pembinaan

  • 27 Jul 2026 15:08 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Maraknya aksi balap liar di Kota Tarakan kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Menanggapi kondisi tersebut, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kalimantan Utara menilai diperlukan adanya wadah yang legal sebagai sarana pembinaan bagi para pecinta balap motor.

Ketua Pengurus Provinsi IMI Kalimantan Utara, Sulis Krisbowo, menyampaikan bahwa maraknya balap liar bukan hanya terjadi di Kota Tarakan. Namun balap liar juga marak terjadi di kota-kota besar yang ada diseluruh Indonesia.

Hal itu disampaikannya pada saat menjadi narasumber by phone pada acara Halo RRI, hari Senin, 27 Juli 2026. Balap liar menjadi suatu masa bagi anak muda, sehingga memerlukan solusi dari seluruh pihak, baik pemerintah dan swasta maupun organisasi olahraga untuk meminimalisir hal tersebut.

“Solusinya mudah sebenarnya, siapkan wadah, kami dari IMI sudah sering berkomunikasi dengan pemerintah kota maupun kepolisian, solusinya siapkanlah tempat untuk mereka. Saat pemerintahan Wali Kota, Ir. Sopian Raga waktu itu, sudah diberikan tempat di sekitar Islamic Center Tarakan yang sekarang dibuat jogging, itu sebenarnya tempat latihan anak-anak,” ujarnya.

Hal itu bertujuan memberikan ruang bagi para pembalap maupun penghobi otomotif untuk menyalurkan minatnya secara lebih terarah. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut kini telah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi berolahraga, seperti jogging dan jalan kaki.

Sehingga saat ini membuat aktivitas latihan balap tidak lagi memungkinkan dilakukan di lokasi tersebut. “Karena orang jogging makin banyak, akhirnya tempat mereka latihan tergeser, kemarin sudah kita atur tidak melakukan latihan tiap hari, tapi hari Minggu jam 11.00 WITA sampai sore,” jelasnya.

IMI Kalimantan Utara berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mencari solusi dengan menghadirkan sarana pembinaan yang memadai. Selain meningkatkan prestasi olahraga otomotif, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan keselamatan bagi pengguna jalan dan menjaga ketertiban di Kota Tarakan.

“Saya dengar informasi, Wali Kota Tarakan yang sekarang (dr. Khairul) sudah menganggarkan untuk pembuatan sirkuit di daerah Bumi Perkemahan, panjangnya sekitar 1,2 Km. Kemungkinan tahun ini mulai dibangun atau mulai pengerasan, ” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....