Cuaca Ekstrem Terjang Tarakan, Sebabkan Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

  • 25 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN: Cuaca ekstrem berupa hujan dengan yang disertai angin kencang menerjang Kota Tarakan dalam dua hari terakhir.

Fenomena ini memicu serangkaian musibah, mulai dari tanah longsor, belasan pohon tumbang hingga atap yang lepas akibat angin kencang.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, musibah tanah longsor tercatat terjadi di dua kawasan. Yakni Kelurahan Kampung Enam dan wilayah Karang Anyar.

Musibah ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak beberapa hari lalu.

Tidak hanya longsor, angin kencang sejenis badai skala kecil juga mengamuk di sejumlah wilayah, terutama di Kelurahan Juwata Laut hingga Juwata Permai.

Akibatnya, fasilitas umum terganggu dan jalur lalu lintas sempat terhambat akibat tumbangnya pohon-pohon.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Yonsep mengonfirmasi bahwa terdapat belasan titik kejadian pohon tumbang yang langsung ditangani oleh petugas di lapangan.

"Dua hari ini untuk longsor di Kampung Genam dan Karang Anyar itu sudah terjadi. Nah, sore kemarin itu terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan pohon tumbang di sekitar fasilitas umum di Juwata Laut dan Juwata Permai. Ada 13 kejadian, yang kita tangani langsung ada 10 titik, dan tiga titik sisanya ditangani oleh unsur kelurahan." ujar Yonsep.

Selain pohon tumbang, angin kencang juga menerbangkan beberapa atap rumah warga. Kerusakan bangunan ini menambah daftar dampak buruk angin kencang di Tarakan.

Untuk membantu warga terdampak, BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan mengarahkan warga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan untuk langkah perbaikan.

Yonsep mengingatkan masyarakat bahwa ancaman cuaca ekstrem ini belum berakhir dan diprediksi masih akan berpotensi terjadi hingga bulan depan.

Mengingat historis dua tahun lalu di Karang Anyar Pantai, pola cuaca ekstrem seperti angin puting beliung kerap mengintai wilayah Tarakan pada periode tertentu.

Guna mengantisipasi dampak susulan, BPBD Tarakan telah menyiagakan personel tim penanggulangan bencana, dibantu oleh gabungan personel TNI, Polri, serta relawan kebencanaan.

"Untuk kesiapsiagaan kita sudah standby. Tim inti bencana ada 16 orang yang siap diterjunkan secara keseluruhan bersama TNI, Polri, dan relawan. Kita juga mengimbau masyarakat untuk daerah rawan seperti Gunung Selatan dan jalur ke arah Juwata agar lebih berhati-hati. Kalau ada dahan yang rimbun, mohon dipotong secara mandiri untuk mengurangi beban pohon." ungkap Yonsep. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....