Prinsip Beramal dalam Islam
- 25 Jul 2026 14:46 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Beramal saleh bukan sekadar imbauan atau pilihan kelonggaran ibadah, melainkan kewajiban utama setiap umat Islam sebagai landasan kehidupan spiritual. Hal tersebut ditegaskan oleh Ustadz H. Syamsi Syarman, S.Pd.I., dalam siaran "Religi Pagi Islam" yang ditayangkan di kanal YouTube RRI Tarakan Official.
Dalam pembahasannya, Ustadz Syamsi menekankan dua prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim agar amal ibadah tidak berujung pada kesia-siaan dan dapat diterima di sisi Allah SWT.
1. Beramal Adalah Kewajiban, Bukan Imbauan
Prinsip pertama yang disampaikan adalah memosisikan beramal sebagai sebuah perintah wajib. Menjelaskan Surah Al-'Asr, ia mengingatkan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
"Tidak ada hari tanpa amal, tidak ada waktu yang kosong kecuali diisi dengan amal saleh. Beramal itu perintah Allah, bukan sekadar imbauan," ujar H. Syamsi Syarman.
Landasan ini juga diperkuat dengan merujuk Surah At-Taubah ayat 105 yang memerintahkan hamba-Nya untuk terus bekerja dan beramal.
2. Memperbanyak Porsi Amal Tanpa Menghitung
Prinsip kedua adalah pentingnya memperbanyak kuantitas amal saleh. Menurutnya, tidak ada manusia yang mendapat jaminan bahwa amalnya pasti langsung diterima atau justru terhapus (habt) karena cacat niat.
Sementara itu menanggapi maraknya fenomena pembuatan konten video saat membantu sesama di media sosial, Ustadz Syamsi memberikan pandangan berimbang:
Niat Pamer vs Edukasi: Jika beramal dilakukan demi popularitas semata, pahala dari Allah mungkin hilang. Namun, bantuan tersebut tetap membawa kebaikan dan manfaat riil bagi penerimanya. Sebaliknya, jika niatnya adalah edukasi (syiar) untuk menggerakkan orang lain, maka hal itu bernilai kebaikan.
Menjaga Keikhlasan: Keikhlasan merupakan proses panjang. Mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah dilakukan, bahkan bertahun-tahun setelahnya, dapat merusak dan mengikis pahala amal yang telah ditanam.
Di akhir siaran, masyarakat diajak untuk senantiasa memanfaatkan setiap kesempatan kecil, mulai dari melangkah ke masjid, berinfak, hingga menebar kebaikan di lingkungan sekitar sebagai ladang investasi akhirat yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....