Sambut Peresmian TK Sulthon Aulia, Disdik Tarakan Dorong Wajib Belajar 13 Tahun

  • 22 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menegaskan komitmennya terhadap percepatan program Wajib Belajar 13 Tahun dalam peresmian TK Sulthon Aulia di bawah naungan Yayasan Kholis Auladan Sholih. Langkah ini berfokus pada penguatan pendidikan prasekolah guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sejak usia dini.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik Kota Tarakan, Abdul Rajak, menjelaskan bahwa program nasional Wajib Belajar 13 Tahun mewajibkan satu tahun pendidikan prasekolah bagi anak usia 5 hingga 6 tahun. Hal ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan pemanfaatan masa golden age pada anak.

"Strategi percepatan Wajib Belajar 1 tahun itu, kita selalu sosialisasi untuk anak-anak usia 5-6 tahun agar dapat bersekolah di TK atau PAUD. Usia 5-6 tahun itu adalah usia emas atau golden age, di mana perkembangan pertumbuhan anak cukup melesat. Pada usia itulah kita tanamkan karakter, kemandirian, dan nilai keimanan anak-anak," ujar Abdul Rajak.

Selain memberikan edukasi kepada orang tua, ia juga mengingatkan pihak pengelola TK Sulthon Aulia untuk segera menyelesaikan perizinan operasional sekolah sebelum tenggat pendataan Dapodik pada 31 Agustus mendatang. Ketepatan waktu perizinan ini penting agar sekolah dapat mengakses bantuan operasional BOSP dari pemerintah.

Guna memastikan standar pendidikan terpenuhi, Disdik Tarakan turut menugaskan pengawas TK untuk mendampingi pihak sekolah dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan. Pendampingan ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta ramah anak bagi seluruh peserta didik.

Dukungan terhadap penciptaan lingkungan sekolah ramah anak ini juga diamini oleh Camat Tarakan Timur, Boby Deen Martin. Ia mengapresiasi suasana pembelajaran di TK Sulthon Aulia yang telah menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) tanpa adanya tindak kekerasan maupun tekanan mental pada anak-anak.

"Sekolah ramah anak itu salah satu cirinya adalah tidak ada kekerasan. Hari ini ditanamkan membangun peradaban dimulai dari pendidikan anak usia dini. Ini bukti karakter sudah ditanamkan di sini," tutur Boby Deen Martin dalam sambutannya saat menghadiri acara peresmian tersebut.

Mengakhiri sambutannya, Boby mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pihak yayasan, orang tua, hingga pemerintah, untuk berkolaborasi dalam mencetak SDM unggul.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, yayasan, guru, orang tua, dan pemerintah untuk terus bergandengan tangan. Mustahil kita menciptakan generasi emas kalau kita tidak bergandengan tangan. Semoga TK Sulthon Aulia menjadi pusat lahirnya generasi emas yang membanggakan agama, bangsa, dan masyarakat," pungkasnya. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....