Pesan Menyentuh Tiga Paskibraka Kaltara: Doakan Usahamu, Usahakan Doamu

  • 21 Jul 2026 10:06 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Keberhasilan menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi hingga nasional bukan sekadar prestasi parade baris-berbaris semata. Bagi tiga pelajar asal SMA Hang Tuah Tarakan—Muhammad Zainal Ihsan, Nur Faizah, dan Afiva Destani—perjalanan ini adalah bukti nyata dari kedisiplinan, ketangguhan mental, serta kerja keras yang tak mengkhianati hasil demi mengibarkan mimpi dan mewujudkan bakti bagi Kalimantan Utara.

Perjuangan yang mereka lewati tidaklah serba instan maupun mudah. Zainal yang melangkah ke tingkat nasional, serta Faizah dan Afiva di tingkat Provinsi Kaltara, harus menempa fisik di bawah terik matahari Kota Tarakan dari siang hingga menjelang sore. Rasa lelah, kulit tangan melepuh saat push up di lapangan panas, hingga tetesan air mata menjadi bagian tak terpisahkan dari ikhtiar mereka menembus seleksi ketat.

Namun, di balik kerasnya gemblengan fisik tersebut, ada fondasi mental dan spiritual yang kokoh. Kendati rasa ingin menyerah sempat hinggap saat tubuh berada di titik batas kemampuan, semangat pantang menyerah serta keinginan membanggakan orang tua berhasil menepis rasa lelah. Gemblengan semi-militer ini justru membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang jauh lebih disiplin, tangkas (sat-set), dan menghargai waktu.

Dalam program Sore Ceria di RRI Pro 2 Tarakan, ketiga pelajar berprestasi ini membagikan pesan motivasi bagi generasi muda Kaltara agar tidak mudah patah semangat. Mereka menekankan bahwa mengibarkan mimpi tidak harus selalu melalui jalur Paskibraka, melainkan dapat diwujudkan dengan berpartisipasi aktif pada kegiatan-kegiatan positif yang bernilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

Pengalaman selama proses seleksi Paskibraka juga menjadi bekal berharga untuk melangkah lebih dekat menuju cita-cita masa depan mereka. Zainal yang bercita-cita masuk IPDN, Afiva yang bermimpi menjadi Wanita Angkatan Udara (Wara), serta Faizah yang bertekad menjadi Dokter Polisi, mengaku bahwa latihan pembentukan mental, disiplin, dan bimbingan jasmani Paskibraka telah memberikan fondasi kuat bagi pembentukan karakter mereka.

Sebagai pemantik semangat bagi generasi muda di Kalimantan Utara, Zainal membagikan pesan mendalam yang menjadi quote of the day.

"Usahakan doamu dan jangan lupa doakan usahamu." Pesan ini menjadi pengingat tegas bahwa perjuangan fisik tanpa doa adalah bentuk kesombongan, sementara doa tanpa usaha keras adalah suatu kesia-siaan.

Senada dengan hal tersebut, Faizah dan Afiva turut berpesan agar para pemuda Kaltara tidak takut menghadapi proses yang berat dan terus mengejar impian mereka. Faizah mengingatkan untuk berjuang sekeras mungkin demi mencapai cita-cita, sementara Afiva mengajak rekan-rekan sebayanya untuk terus menjaga semangat dan tidak mudah menyerah di tengah jalan.

Menutup perbincangan, ketiganya mengungkapkan rasa bangga, haru, dan bersyukur atas pencapaian yang telah diraih hingga berada di titik ini. Melalui rekam jejak dan pesan inspiratif ketiga calon Paskibraka tersebut, generasi muda Kalimantan Utara diharapkan tergerak untuk terus berani bermimpi tinggi, menempa potensi diri, dan pantang menyerah dalam berkarya bagi bangsa. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....