Genjot One Village One Product, Kepala Desa Diminta Gali Potensi Unggulan
- 20 Jul 2026 12:00 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus mempercepat pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal melalui program One Village One Product.
Program tersebut menjadi salah satu strategi pembangunan untuk mendorong setiap desa memiliki produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pendapatan asli desa.
Komitmen itu ditegaskan dalam Retreat Kepala Desa se-Kabupaten Bulungan Tahun 2026, Senin (20/7/2026).
Seluruh kepala desa didorong memetakan dan mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing agar pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Kita ingin seluruh potensi desa digali secara maksimal sehingga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli desa. Itulah semangat One Village One Product yang terus kita dorong," kata Bupati Bulungan, Syarwani.
Menurut Syarwani, pengembangan produk unggulan desa merupakan bagian dari implementasi visi Bulungan Berdaulat dan Unggul melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan.
Program tersebut juga masuk dalam 15 program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal.
"Di dalam visi dan misi Kabupaten Bulungan yang kami turunkan ke dalam 15 program prioritas, ada program One Village One Product. Potensi itu berada di desa-desa dan harus kita optimalkan agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Syarwani menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga strategi pengembangannya juga disesuaikan dengan potensi masing-masing.
Di Koridor Barat yang meliputi Kecamatan Peso, misalnya, penguatan difokuskan pada sektor pangan dan perkebunan melalui Program Kawasan Cepat Tumbuh yang melibatkan sepuluh desa.
"Apa yang kita laksanakan di Kawasan Cepat Tumbuh itu disesuaikan dengan potensi yang dimiliki sepuluh desa di Kecamatan Peso. Potensi itulah yang kita dorong agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, untuk Koridor Timur yang meliputi Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bunyu, dan Tanjung Palas Tengah, pemerintah daerah menetapkan sektor perikanan sebagai penggerak utama ekonomi desa.
"Di Koridor Timur kita fokus pada sektor perikanan. Ke depan, ini menjadi bagian dari One Village One Product yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa," tegas Syarwani.
Ia optimistis, apabila seluruh potensi desa dapat dikembangkan secara maksimal, maka desa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha baru dan memperkuat perekonomian daerah.
"Kalau potensi desa berkembang, dampaknya bukan hanya pada peningkatan pendapatan desa, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. Itu tujuan utama pembangunan yang kita dorong di seluruh desa di Kabupaten Bulungan," tutup Syarwani. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....