Rektor UBT Luruskan Isu Kampus 2, Masih Wacana 10-20 Tahun ke Depan, Bukan Pembangunan

  • 17 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN: Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Yahya Ahmad Zein meluruskan informasi terkait wacana pembangunan Kampus 2 UBT di Tanjung Selor, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Menurutnya, hal itu masih sebatas perencanaan jangka panjang dan bukan berarti pembangunan akan segera dilakukan.

“Salah persepsi itu. Sebenarnya gini, sebagai kampus negeri di Kalimantan Utara itu sudah saatnya kita memikirkan UBT juga punya lokasi di ibu kota provinsi,” ujar Prof. Yahya kepada RRI Tarakan, Kamis (16/7/2026).

Prof. Yahya menjelaskan, wacana kampus di Tanjung Selor muncul karena UBT melihat kebutuhan 10 hingga 20 tahun ke depan. Ia mencontohkan hampir semua perguruan tinggi besar di Indonesia memiliki lebih dari satu kampus.

“Anda bisa lihat lah, semua kampus di Indonesia ada kampus 1, kampus 2 gitu. Nah kita punya potensi yang besar karena setiap tahun mahasiswa yang mendaftar itu di atas 10 ribu, sementara kuota kita hanya 2.700,” kata Prof. Yahya.

Ia menegaskan saat ini UBT belum memiliki lahan di Tanjung Selor. Karena itu yang dipikirkan terlebih dahulu adalah bagaimana UBT bisa mendapatkan hibah lahan di ibu kota.

“Justru kita mikirkan bagaimana UBT itu dapat misalnya hibah lahan di Ibu kota. Apanya mau dibangun, lahannya saja enggak ada,” tegas Prof. Yahya.

Ia juga meminta agar wacana ini tidak disamakan dengan pembukaan program studi baru. Menurutnya, pengembangan prodi akan tetap dilakukan di kampus Tarakan terlebih dahulu.

“Ke depan program-program studi yang baru-baru ini ya enggak ada salahnya kita kembangkan, tapi itu jangka panjang. Kalaupun terealisasi itu masih tetap di Kampus UBT,” jelas Prof. Yahya.

Untuk pengembangan akademik jangka dekat, UBT saat ini tengah mengajukan 3 program studi baru jenjang S2.

“Dalam waktu dekat kan kita sudah mengajukan S2 Teknik Sipil, terus Lingkungan, sama Kehutanan. Itu yang dalam waktu dekat akan kita ajukan,” ujar Prof. Yahya.

Ia menyebut perencanaan kampus di Tanjung Selor adalah bentuk berpikir maju. Mengingat Kaltara terus berkembang dan kebutuhan pendidikan tinggi diprediksi akan semakin meningkat. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....