Sekolah Unggul Garuda Diproyeksikan Gerakkan UMKM dan Ekonomi Lokal Kaltara

  • 10 Jul 2026 19:24 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Pemerintah Provinsi Kaltara memastikan kehadiran SMA Unggul Garuda Bulungan tidak hanya menjadi pusat pendidikan berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Sekolah berasrama tersebut diproyeksikan menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan di Kaltara.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menerima audiensi perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama jajaran SMA Unggul Garuda Bulungan di Ruang Rapat Sekprov, Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (10/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Denny menegaskan seluruh kebutuhan operasional sekolah di luar kegiatan akademik harus mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat investasi pendidikan benar-benar dirasakan warga Kaltara.

"Saya sudah menyampaikan langsung kepada pihak SMA Unggul Garuda bahwa kebutuhan tenaga kerja seperti petugas kebersihan, tenaga keamanan, laundry, hingga layanan pendukung lainnya harus mengutamakan masyarakat lokal. Jangan sampai peluang ekonomi ini justru dinikmati pihak dari luar daerah," tegas Denny.

Menurutnya, kehadiran SMA Unggul Garuda akan menciptakan aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan.

Sebagai sekolah berasrama, setiap tahun akan ada mobilitas orang tua siswa, tenaga pendidik, tamu, maupun kegiatan akademik yang berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan sekolah.

"Boarding school ini akan menghadirkan perputaran ekonomi yang besar. Orang tua siswa akan datang saat penerimaan peserta didik, kunjungan, hingga wisuda. Ini tentu akan meningkatkan kebutuhan penginapan, transportasi, kuliner, dan berbagai layanan lainnya," ujarnya.

Denny mengatakan, peluang tersebut harus mampu dimanfaatkan pelaku UMKM agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor sumber daya alam, tetapi juga berkembang melalui sektor jasa dan usaha masyarakat.

"Kita ingin UMKM naik kelas karena adanya sekolah ini. Produk lokal harus menjadi pilihan utama, mulai dari makanan, kerajinan, hingga berbagai kebutuhan operasional sekolah. Dampak ekonominya harus dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Utara," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Kaltara akan mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama pelaku usaha lokal dalam menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti guest house, layanan transportasi, hingga ruang promosi bagi produk unggulan daerah.

"Kami akan membahas lebih lanjut keterlibatan BUMD dan pelaku usaha lokal. Ini bukan hanya soal membangun sekolah, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan membuka peluang usaha baru," jelasnya.

Denny menegaskan, Pemprov Kaltara tidak ingin kehadiran SMA Unggul Garuda hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami ingin sekolah ini menjadi pusat pendidikan unggulan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru. Investasi di sektor pendidikan harus memberikan manfaat luas, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga terciptanya lapangan kerja dan berkembangnya UMKM di Kalimantan Utara," pungkasnya. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....