Tempaan Paskibraka Ubah Karakter Duo Srikandi Tarakan
- 09 Jul 2026 15:49 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Kedisiplinan tinggi yang diterapkan dalam pelatihan Paskibraka terbukti membawa dampak transformatif bagi kehidupan sehari-hari para anggotanya. Hal ini dirasakan langsung oleh dua keterwakilan putri Paskibraka Tingkat Provinsi Kaltara asal SMA Hang Tuah Tarakan, Nur Faizah dan Afiva Destani.
Siapa sangka, di balik ketegapan fisik mereka saat ini, keduanya mengaku sempat memiliki kebiasaan buruk seperti remaja pada umumnya, yakni suka bermalas-malasan dan lambat (lelet) dalam bertindak. Namun, kerasnya benturan latihan mental dan fisik Paskibraka membalikkan keadaan tersebut secara total.
"Kami mendapatkan pengalaman luar biasa dari latihan fisik yang keras. Mulai dari disiplin waktu hingga cara berpakaian, sifat-sifat yang dulunya lelet dan sering dimarahi ibu akhirnya berubah menjadi jauh lebih baik dan gercep (gerak cepat)," ungkap Nur Faizah dalam dialog Sore Ceria di RRI Pro 2 Tarakan.
Perubahan karakter ini tidak didapatkan secara instan, melainkan lewat tempaan fisik yang sangat berat di lapangan Pemkot Tarakan dari pukul 13.00 hingga menjelang Magrib. Afiva bahkan mengenang momen emosional saat dirinya sempat menangis di tengah lapangan karena batas limit fisiknya diuji.
"Pernah kemarin sampai nangis pas lagi push-up karena panas banget tanahnya sampai tangan saya melepuh dan lutut lebam-lebam. Tapi tetap saya paksa aja karena yakin saya bisa," kenang Afifa yang mencatatkan skor push-up dan sit-up masing-masing 30 kali dalam satu menit ini.
Rasa sakit yang sama juga dirasakan oleh Faizah setiap pulang latihan, namun ia memiliki keunggulan luar biasa pada endurance atau ketahanan fisik. Siswi yang memiliki hobi memasak ini sukses melahap 4 putaran lapangan (sekitar 1.600 meter) dalam tes lari 12 menit di saat peserta lain sudah kelelahan.
Di balik perjuangan berat tersebut, ada cita-cita besar yang menjadi bahan bakar semangat mereka. Afiva yang tinggal di Komplek Lanud bertekad menjadi Wanita Angkatan Udara (Wara) mengikuti jejak ayah dan abangnya, sementara Faizah gigih mempersiapkan diri demi mengejar impiannya menjadi seorang Dokter Polisi.
"Latihan fisik keras dan pembentukan mental di Paskibraka ini sangat membantu agar nanti tidak kaget saat mengikuti tes kepolisian (docall)," pungkas Faizah. Di akhir dialog, duo srikandi ini berpesan kepada generasi muda Kaltara untuk tidak cepat menyerah, terus mencari pengalaman positif, dan konsisten mengejar impian mereka.
(setya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....