Longsor Siring Picu Banjir di Karang Harapan

  • 07 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Sedikitnya lima bencana dilaporkan terjadi di Kota Tarakan setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari, Jumat (3/7/2026). Berdasarkan laporan yang diterima melalui Call Center 112 dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, peristiwa tersebut meliputi pohon tumbang yang menyebabkan kabel telekomunikasi putus hingga beberapa titik tanah longsor.

Salah satunya terjadi di RT 14 Perumahan Griya Persemaian Blok 6, Kelurahan Karang Harapan, yang memicu banjir akibat aliran drainase tersumbat.

Sudarti, warga yang telah menetap di kawasan tersebut sejak 2006, menuturkan hujan deras mulai mengguyur sejak dini hari.

Sekitar pukul 02.30 Wita ia terbangun dan melihat air di saluran depan rumahnya mulai meluap. Saat itu ia sempat menunaikan salat, namun ketika kembali keluar rumah beberapa saat kemudian, debit air meningkat drastis hingga melimpas ke teras dan masuk ke dalam rumah.

“Di sini sudah meluap airnya. Saya habis salat ke sini lagi, airnya langsung meluap-luap. Masuk ke dalam rumah, sampai teras juga tergenang,” ujarnya.

Rumah yang dihuni Sudarti bersama dua anggota keluarganya mulai tergenang sekitar pukul 03.00 Wita. Luapan air baru berangsur surut sekitar pukul 04.00 Wita setelah debit air mulai menurun.

Menurut Sudarti, banjir bukan lagi kejadian baru. Selama hampir dua dekade tinggal di kawasan tersebut, rumahnya telah beberapa kali terdampak luapan air saat hujan deras. Bahkan, banjir yang masuk ke dalam rumah sudah terjadi sedikitnya empat kali.

“Sudah berkali-kali, banjir dalam rumah itu ada empat kali juga. Tahun sebelumnya juga pernah, beberapa tahun yang lalu juga pernah,” katanya.

Karena banjir berulang, keluarganya sempat membuat palangan di depan rumah untuk menahan luapan air. Upaya tersebut sempat mengurangi genangan, namun hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat dini hari membuat air tetap melimpas melewati penghalang tersebut.

“Sebelum saya kasih palangan di sini, setiap hujan air masuk rumah. Setelah saya kasih palangan memang sudah tidak pernah masuk dari sini, tapi waktu airnya besar tetap meluap lagi ke dalam rumah,” tuturnya.

Selain merendam rumah, derasnya aliran air juga menggerus tanah di sekitar drainase hingga menyebabkan kerusakan siring semakin parah. Lubang yang semula kecil terus melebar akibat terkikis arus air.

“Tadinya lubangnya kecil, semakin besar, semakin besar karena airnya terus mengikis tanah,” ungkapnya.

Sudarti berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Menurutnya, selama ini belum pernah ada penanganan menyeluruh di lokasi tersebut hingga akhirnya siring mengalami keretakan dan longsor.

“Belum pernah ditinjau. Setelah kejadian yang di samping itu retak, baru ditinjau,” ucapnya.

Ketua RT 14 Kelurahan Karang Harapan, Saprudin, mengatakan pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kelurahan begitu menerima informasi dari warga.

Pada Jumat pagi, lokasi longsor telah ditinjau sebanyak dua kali oleh pihak kelurahan bersama unsur terkait, termasuk Bhabinkamtibmas. Selanjutnya, laporan diteruskan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan lebih lanjut.

“Kita sudah lapor ke kelurahan. Tadi sekitar jam delapan sampai jam sembilan juga sudah ada yang datang meninjau, dan dari kelurahan sudah melaporkan ke PU,” katanya.

Sembari menunggu penanganan dari pemerintah, warga bersama pengurus RT mengambil langkah darurat dengan menyewa ekskavator untuk mengangkat bongkahan beton siring yang longsor.

Langkah tersebut dilakukan agar saluran air kembali terbuka dan tidak menimbulkan banjir susulan apabila hujan kembali turun.

“Sementara kita berinisiatif menyewa ekskavator untuk mengangkat bongkahan siring yang longsor. Kalau tidak diangkat, aliran air akan tertutup dan air bisa meluap lagi. Bongkahan siring itu tidak bisa dipindahkan dengan tenaga manusia, harus menggunakan ekskavator. Apalagi kalau nanti malam hujan lagi, tentu lebih berbahaya kalau belum dibongkar,” jelas Saprudin.

Selain kejadian di RT 14 Kelurahan Karang Harapan, pada hari yang sama laporan yang diterima melalui Call Center 112 dan BPBD Tarakan juga mencatat pohon tumbang yang menyebabkan kabel Telkom putus di RT 9 Gang Rahayu.

Kemudian tanah longsor di Kampung Enam, longsor di Jalan Pulau Bunyu Kampung 1 RT 5 belakang Stadion Datu Adil, serta longsor di RT 21 Kelurahan Mamburungan.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan terhadap pohon tumbang setelah laporan diterima karena material pohon mengenai rumah warga.

Sementara untuk sejumlah kejadian longsor, penanganan sementara dilakukan bersama pihak kelurahan.

“Kejadian pohon tumbang sudah kami tangani segera setelah laporan diterima karena bagian yang mengenai rumah warga. Sedangkan untuk longsor sebagian kami dibantu pihak kelurahan untuk membantu penanganan sementara, sejauh ini longsor yang terjadi tidak menyebabkan rusak parah di rumah warga,” tandasnya.

Hingga Jumat siang, penanganan sementara di lokasi longsor Karang Harapan masih berlangsung dengan membuka kembali saluran drainase yang tertutup material longsor.

“Kami mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, pohon tumbang, maupun banjir apabila hujan berintensitas tinggi kembali terjadi,” katanya. (CRZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....