Bandara Juwata Tarakan Eksekusi Tuntutan Mahasiswa sebelum Tenggat Waktu

  • 03 Jul 2026 19:22 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN: Pelayanan publik yang responsif bukan sekadar janji manis di atas kertas bagi BLU UPBU Kelas I Utama Tarakan.

Bergerak cepat demi kepentingan masyarakat Kalimantan Utara, pihak bandara berhasil merealisasikan penyesuaian tarif penerbangan perintis, bahkan sebelum batas waktu (tenggat) 7x24 jam yang dituntut oleh Aliansi Mahasiswa Perbatasan Melawan.

Aksi penyampaian aspirasi kedua yang digelar mahasiswa di depan pintu masuk bandara pada Selasa (30/6/2026) lalu, direspons dengan pendekatan dialogis yang sejuk oleh pihak bandara.

Kepala BLU UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Bambang Hartato, menegaskan bahwa seluruh langkah cepat yang diambil jajarannya didasari oleh satu komitmen, demi kepentingan masyarakat luas.

Sebagai bukti konkret bahwa keluhan masyarakat didengar, pihaknya langsung memasang banner informasi tarif resmi penerbangan perintis di area bandar udara.

Langkah ini diambil agar tidak ada lagi kebingungan atau tumpang tindih informasi mengenai harga tiket.

Besaran tarif yang dipasang mengacu resmi pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 5162 Tahun 2025 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Perintis Tahun 2026.

"Aspirasi yang menjadi kewenangan kami telah kami tindak lanjuti secara cepat, bahkan sebelum tenggat waktu yang diminta," tegas Bambang Hartato dalam rilis Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Jumat (3/7/2026).

Menariknya, Bandara Juwata Tarakan tidak berlindung di balik dinding birokrasi saat menghadapi tuntutan di luar kewenangan mereka. Sadar bahwa masalah ekosistem penerbangan perintis melibatkan banyak pihak, mereka langsung menghadirkan perwakilan maskapai Susi Air di tengah-tengah massa aksi.

Untuk hal-hal di luar kewenangan pengelolaan bandara, seperti kebijakan internal maskapai, pihaknya mengambil peran sebagai fasilitator aktif agar aspirasi masyarakat perbatasan langsung didengar dan dieksekusi oleh pihak yang tepat.

Meski sempat menjadi titik kumpul aksi massa, ketertiban publik di objek vital transportasi ini tetap terjaga sempurna berkat sinergi yang matang.

Pihak bandara mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, serta kesiapsiagaan tim gabungan dari Polres Tarakan, Pamobvit Polda Kaltara, Lanud Anang Busra, Penyelenggara Navigasi Penerbangan (AirNav).

Seluruh penerbangan dan pelayanan jasa kebandarudaraan dipastikan berjalan normal tanpa ada delay atau gangguan operasional.

Bandara Juwata Tarakan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kaltara untuk terus bersama-sama menjaga keamanan dan kelancaran bandara demi keberlangsungan urat nadi transportasi daerah perbatasan. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....