SMPN 2 Tarakan Telusuri Dugaan Piagam Panahan Palsu

  • 02 Jul 2026 13:35 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi di SMP Negeri 2 Tarakan diterpa isu tak sedap. Sebuah piagam kejuaraan panahan tingkat nasional yang membawa seorang calon siswa lolos seleksi, diduga tidak sah alias palsu.

Pihak sekolah kini tengah bergerak cepat melakukan investigasi internal dan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta dinas terkait untuk menguji keabsahan dokumen tersebut.

Ketua Panitia SPMB SMPN 2 Tarakan, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa secara administratif, berkas yang dikumpulkan oleh calon siswa tersebut telah memenuhi prosedur operasional, termasuk adanya fotokopi yang dilegalisir oleh pengurus tingkat provinsi. Jadi, pihak panitia meloloskan berkas tersebut pada penilaian awal.

"Kami tidak punya kapasitas untuk menyatakan idokumennya lengkap, ada fisik aslinya, fotokopi, dan legalisir dari persatuan olahraga terkait yang kabarnya tingkat provinsi. Karena itu kami terim," ujar Abdul Rahman saat ditemui awak media, Kamis (2/7/2026).

Namun, situasi berubah setelah adanya pengaduan dari orang tua calon siswa lain yang meragukan keaslian prestasi nasional tersebut. Pengadu menengarai adanya kejanggalan pada piagam yang disetorkan.

Saat ini, calon siswa yang memegang piagam kontroversial tersebut dinyatakan lolos dalam pengumuman sementara. Abdul Rahman menegaskan pihak sekolah tidak bisa serta-merta langsung mencoret nama siswa atau menarik pengumuman yang sudah berjalan. Sebab menarik atau membatalkan sepihak di tengah proses akan mengacaukan skema peringkat (ranking) dan menggeser kuota siswa lain di bawahnya.

Panitia sendiri telah melaporkan temuan ini kepada Kepala SMPN 2 Tarakan untuk dikoordinasikan lebih lanjut ke Dinas Pendidikan.

Panitia juga meminta pihak internal cabang olahraga panahan dan klub untuk saling melakukan kroscek data guna memastikan apakah piagam tersebut berasal dari kompetisi resmi atau sekadar kejuaraan internal antarklub.

Menyikapi rumitnya memfilter piagam non-akademik khususnya bidang olahraga, Abdul Rahman melontarkan sebuah ide solutif sekaligus tantangan nyata.

Ia mengusulkan agar mengundang para pendaftar jalur prestasi olahraga untuk membuktikan kemampuannya secara langsung.

"Ayo kita buktikan, tunjukkan aksimu sehingga betul-betul berprestasi, bukan cuma sekedar di atas kertas" tegas Abdul Rahman.

Guna menjaga kredibilitas, pihak sekolah juga siap jika DPRD Tarakan menggelar Rapat Dengar Pendapat Terbuka (RDP). Langkah ini diambil agar kasus serupa tidak menjadi preseden buruk dan merugikan hak anak-anak yang benar-benar berprestasi secara jujur di kemudian hari. (Rajab)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....