Dugaan Piagam Panahan Palsu di SPMB Tarakan, Perpani Beri Tanggapan

  • 02 Jul 2026 07:42 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi tingkat SMP dan SMK di Tarakan diwarnai kabar miring.

Isu adanya dugaan penggunaan sertifikat atau piagam penghargaan palsu dari cabang olahraga panahan tingkat nasional mencuat ke publik setelah memicu keresahan di kalangan orang tua murid dan pengurus olahraga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Tarakan, dr. Rozi Djoko Arfiono angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berada di posisi netral dan tidak memiliki wewenang untuk menjustifikasi keaslian dokumen tersebut.

"Kami menegaskan kembali bahwa kami belum atau tidak mengatakan bahwa ini palsu. Sekali lagi, karena yang berhak menentukan suatu dokumen itu asli atau palsu tentunya adalah pengadilan," ujar dr. Joko Rozi saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Meski enggan menghakimi, Perpani Tarakan telah melakukan langkah penelusuran mandiri usai menerima keluhan dari para orang tua murid dan pengurus.

Berdasarkan pengecekan melalui sistem atau aplikasi berbasis website yang merekam seluruh aktivitas, kejuaraan, dan nama atlet panahan secara nasional hingga internasional, nama yang bersangkutan justru tidak ditemukan.

Selain itu, Perpani Tarakan juga melihat adanya kejanggalan administratif pada format piagam yang beredar.

Dijelaskan Rozi, di antaranya piagam tersebut hanya mencantumkan "Juara 3 Kelas Divisi Nasional Putri". Sedangkan umumnya piagam kejuaraan panahan resmi mencantumkan detail spesifik. Seperti kelompok usia (under-15

, under-17) atau jarak tembak (misal: 30 meter).

Rozi menekankan bahwa keresahan ini murni demi menjaga mental dan semangat para atlet panahan Tarakan yang asli. Sebab untuk meraih podium di tingkat nasional (Kejurnas), seorang atlet harus melalui proses latihan yang sangat berat dan memakan waktu tidak sebentar.

"Ini akan mencederai semangat dari teman-teman atlet Perpani. Karena untuk setiap prestasi itu, mereka berjuangnya luar biasa," tutur Rozi.

Namun, ia juga menyampaikan respons yang mengejutkan sekaligus bijak. Jika sang anak terbukti benar-benar meraih prestasi tersebut secara sah, Perpani Tarakan justru siap menyambutnya dengan tangan terbuka.

"Justru kalau dari saya sebagai Ketua Perpani, seandainya anak itu betul-betul berprestasi, saya mau menarik dia sebagai anggota Perpani Tarakan. Karena kalau bisa sampai lolos juara tiga di pusat (nasional), berarti prestasinya luar biasa banget. Malah mau saya rekrut jadi atlet," tantang Rozi.

Rozi mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan tidak saling menyalahkan. Menurutnya, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) tidak bisa disalahkan karena keterbatasan waktu untuk memverifikasi ribuan berkas pendaftar secara mendetail. (Rajab)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....