Harganas ke-33, Wawali Tarakan Tegaskan: Ayah Wajib Hadir secara Emosional

  • 30 Jun 2026 22:15 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Pemerintah Kota Tarakan menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman parkir BKPSDM pada Senin (29/6/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is memberikan pesan kuat mengenai pentingnya ketahanan keluarga di era modern.

Peringatan Harganas tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika pengasuhan masa kini, yaitu "Ayah Wajib Hadir". Tema ini sengaja diangkat sebagai alarm pengingat betapa krusialnya peran seorang ayah dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Saud membacakan langsung sambutan tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Di hadapan para peserta upacara, ia memaparkan tantangan berat yang kini tengah membayangi institusi keluarga, terutama gempuran teknologi digital.

"Keluarga saat ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah. Mulai dari disrupsi teknologi digital hingga pergeseran nilai sosial, semuanya dengan begitu mudah memasuki ruang keluarga melalui gawai yang ada di tangan anak-anak kita," ujar Ibnu Saud saat membacakan sambutan menteri.

Ibnu Saud melanjutkan, masa depan dan ketangguhan bangsa Indonesia memiliki ikatan yang sangat erat dengan kualitas keluarga di dalamnya. Oleh karena itu, jika ingin mewujudkan transformasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, langkah awal harus dimulai dari rumah melalui pola pengasuhan yang sehat dan berkarakter.

Ia juga menegaskan bahwa paradigma lama yang menganggap urusan domestik dan pengasuhan anak sebagai tugas mutlak seorang ibu harus segera diubah.

"Tanggung jawab pengasuhan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada ibu sendirian. Hal ini memerlukan keterlibatan aktif dan nyata dari seorang ayah," tegasnya.

Melalui momentum Harganas ke-33 ini, Pemerintah Kota Tarakan mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya para kepala keluarga, untuk merefleksikan kembali peran mereka di rumah. Ayah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir secara utuh.

"Kita berharap para ayah bisa hadir secara penuh. Tidak hanya ada secara fisik di rumah, tetapi juga hadir secara emosional dalam kehidupan anak-anaknya. Kehadiran ayah adalah faktor kunci dalam membentuk karakter, kepribadian, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa," pungkas Ibnu Saud.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....