Daftarkan Cucu di SMPN 1, Mantan Kadisdik Tarakan Ogah Difasilitasi
- 29 Jun 2026 15:22 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN - Pemandangan menarik terlihat dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 1 Tarakan, Senin (29/6/2026).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kalimantan Utara (Kaltara), H. Sudirman, tampak ikut mengantre bersama orang tua murid lainnya untuk mendaftarkan sang cucu.
Meski memiliki latar belakang jabatan mentereng di dunia pendidikan, H. Sudirman menunjukkan komitmen yang kuat dengan menolak fasilitas khusus atau jalur pintas yang sempat ditawarkan kepadanya saat proses pendaftaran berlangsung.
"Tadi saya mau difasilitasi, tapi saya tidak mau. Kita harus tahu diri, orang yang memerlukan (layanan) ini kan banyak. Kalau saya mendahulukan diri, enggak bagus. Tidak memberikan contoh yang baik nanti," ujar Sudirman dengan ramah saat ditemui di lokasi, Senin (29/6).
Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke SMPN 1 Tarakan adalah untuk mendaftarkan cucu laki-lakinya. Pada hari pertama ini, memilih mendaftar melalui jalur prestasi terlebih dulu, mengingat jalur zonasi atau domisili baru akan dibuka secara resmi lusa nanti.
"Jarak rumah dari sekolah relatif dekat, di daerah Ladang Dalam (Markoni Dalam) karena ikut ibunya. Kalau ditunjukkan, dari jalur prestasi mudah-mudahan bisa, domisili juga sudah bisa. Tapi kita pakai jalur prestasi dulu. Kecuali kalau prestasi nanti tidak bisa, baru beralih ke domisili," jelas Sudirman.
Ketika ditanya mengenai alasannya memilih SMP Negeri 1 Tarakan, Sudirman mengungkapkan faktor historis keluarga serta pentingnya lingkungan pergaulan yang sehat bagi tumbuh kembang anak. Di mana ibu dari sang cucu atau anak perempuannya merupakan alumni dari sekolah tersebut.
Sudirman menekankan bahwa esensi utama dari pendidikan bukan sekadar nilai akademik, melainkan proses interaksi sosial.
"Yang utama adalah pergaulan. Jadi pendidikan itu yang utama adalah proses pergaulan. Lingkungan itu sangat menentukan tentang proses kegiatan belajar-mengajar," pungkasnya.
Sikap yang ditunjukkan oleh H. Sudirman ini menjadi contoh nyata bagi masyarakat dan pejabat publik lainnya, bahwa aturan dan antrean dalam proses SPMB berlaku setara untuk semua lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....