KB Kunci Cetak Generasi Emas Bebas Stunting

  • 27 Jun 2026 21:18 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan tema "Ayah Wajib Hadir" di Puskesmas Sebengkok, Sabtu (27/6/2026), menjadi panggung penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk meredefinisi esensi program Keluarga Berencana (KB).

Acara yang dibalut dengan pelayanan KB gratis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, yang memberikan penegasan kuat mengenai arah baru program KB di era modern.

Jika dulu KB lekat dengan paksaan dan slogan kaku, kini program KB membawa pendekatan baru yang lebih humanis, penyadaran berbasis kesehatan keluarga.

Dalam sambutannya, Wali Kota Khairul meluruskan miskonsepsi yang selama ini beredar di masyarakat. Menurutnya, pemerintah sama sekali tidak berniat mengintervensi hak privat warga untuk memiliki anak. Namun, fokus utama pemerintah adalah kualitas hidup anak yang dilahirkan.

"Slogannya sekarang bukan lagi 'dua anak cukup', tetapi 'dua anak lebih sehat'. Kalau punya anak banyak tapi tidak sanggup merawat, kasihan anaknya. Kita butuh generasi yang bagus, sehat, dan kuat, bukan yang justru menjadi beban di masa depan," tegasnya di hadapan para warga yang hadir.

Orang nomor satu di Tarakan itu juga membagikan cerita personalnya yang mengedukasi terkait pentingnya perencanaan usia pernikahan dan jarak kelahiran.

Menikah di usia 33 tahun dengan istri berusia 29 tahun membuat Khairul harus cermat merencanakan kelahiran empat buah hatinya demi menjaga kesehatan sang istri.

Sebagai seorang dokter, Wali Kota Khairul menjelaskan secara gamblang risiko medis dari kehamilan yang tidak direncanakan dengan matang. Rahim ibu yang terlalu sering melahirkan, atau melahirkan di atas usia 35 tahun, memiliki risiko tinggi melahirkan anak dengan kondisi cacat bawaan atau mengalami stunting.

"Apalagi sekarang kita sedang gencar-gencarnya memerangi stunting. Anak yang stunting secara teori kecerdasannya kurang dan kesehatannya tidak optimal. Itulah mengapa jarak kelahiran (paling ideal 3–4 tahun) harus dijaga menggunakan kontrasepsi," jelas Khairul.

Menariknya, ia juga menyentil pentingnya partisipasi kaum pria dalam program KB, khususnya melalui vasektomi atau Medis Operasi Pria (MOP). Khairul mengajak para suami untuk tidak ragu ikut menyukseskan KB jangka panjang dan tidak hanya membebankan urusan kontrasepsi (seperti pil, suntik, atau implan) kepada para ibu.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberhasilan program ini, Pemkot Tarakan melalui dinas terkait dan puskesmas memastikan bahwa akses terhadap alat kontrasepsi jangka pendek maupun Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Dukungan Pemkot Tarakan ini bukan sekadar pemenuhan target program nasional, melainkan bagian dari strategi jangka panjang daerah untuk membangun ketahanan keluarga secara ekonomi dan pendidikan.

Pemkot Tarakan berkomitmen hadir memfasilitasi masyarakat agar tidak ada lagi alasan kesulitan ekonomi untuk mengakses layanan kesehatan reproduksi yang aman.

Melalui pelayanan KB gratis di momentum Harganas ke-33 ini, Pemkot Tarakan berharap masyarakat semakin sadar bahwa merencanakan keluarga dengan matang adalah langkah awal mewujudkan masa depan Tarakan yang lebih maju, sejahtera, dan melahirkan generasi emas yang tangguh. (Rajab)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....