BNNP Kaltara Optimalisasi Program di tengah Efisiensi Anggaran

  • 24 Jun 2026 16:10 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti arahan dan kegiatan yang dicanangkan oleh BNN Pusat.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum BNNP Kaltara, Agus Surya Dewi, menanggapi penekanan program tahun ini yang dilakukan oleh BNNP Kaltara.

Langkah ini diambil mengingat adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang cukup signifikan. Meski demikian, ia memastikan target utama P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) tetap tercapai.

Di bidang pemberantasan, efisiensi anggaran berdampak pada penurunan target penindakan kasus dari yang semula mencapai puluhan kasus, kini disesuaikan menjadi hanya 2 kasus untuk tahun ini.

"Sangat disayangkan sebenarnya, karena kita berada di wilayah prioritas (perbatasan). Namun proses penyelidikan dan penangkapan tetap berjalan, meski skalanya disesuaikan dengan anggaran yang ada," ujar Agus Surya Dewi kepada awak media, Rabu (24/6/2026).

Di sisi lain, BNNP Kaltara terus memperkuat program rehabilitasi, salah satunya melalui kerja sama rawat jalan dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) serta yayasan atau komponen masyarakat.

Melalui intervensi psikologi dan cek urine berkala, para warga binaan yang memiliki kemauan kuat untuk sembuh dibimbing agar bisa lepas dari jerat narkoba.

"Di Lapas sendiri program rehab ini sifatnya rutin karena keterbatasan tenaga medis di sana, jadi psikolog dari BNN yang turun tangan. Kunci utama keberhasilan rehabilitasi ini adalah kemauan dari diri sendiri serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan," jelas Dewi.

Dewi mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor ke BNN jika ada anggota keluarga atau kerabat yang menjadi pecandu narkoba.

"Masyarakat tidak perlu takut. Dipastikan dan dijamin tidak akan dipidana jika datang melapor secara sukarela untuk rehabilitasi. Nanti akan ada tim asesmen yang menilai apakah yang bersangkutan cukup rawat jalan, atau harus dirujuk ke rawat inap seperti di Balai Rehabilitasi di Samarinda. Yang terpenting adalah ada kemauan untuk berubah," pungkasnya. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....