Tingkatkan Kapasitas Relawan melalui Pelatihan Manajemen Tanggap Bencana

  • 23 Jun 2026 09:20 WIB
  •  Tarakan

RRI. CO. ID, TARAKAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana, Minggu (21/6/2026) di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan.

Ketua PMI Kaltara, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si membuka langsung kegiatan tersebut. Hadir juga jajarannya serta perwakilan PMI kabupaten/kota serta unsur mitra penanggulangan bencana di wilayah Kaltara.

Dalam sambutannya, Risdianto menegaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan meningkatnya kerentanan masyarakat.

Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana terus ditingkatkan.

Kaltara dinilai masih memiliki peluang besar untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan respon bencana melalui pelatihan yang berkelanjutan.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai pelaku penanganan bencana di wilayah Kalimantan Utara. Selain itu, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ketika menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi bencana pada tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Materi yang diberikan dirancang untuk memperkuat kemampuan koordinasi, asesmen, manajemen operasi, serta pengelolaan sumber daya saat terjadi keadaan darurat.

Risdianto juga mengingatkan bahwa PMI memiliki pengalaman panjang dalam mendukung operasi tanggap darurat, baik di tingkat nasional maupun lokal.

PMI Kaltara, misalnya, pernah mengirimkan relawan untuk mendukung operasi tanggap darurat bencana di Gempa Sulteng, Gempa NTB, Gempa Jabar dan lainnya. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun relawan yang tangguh, profesional, dan siap diterjunkan kapan saja ketika masyarakat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PMI kabupaten/kota yang selama ini aktif memberikan respon tanggap darurat bencana serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

Risdianto juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mendapat kepercayaan untuk mengikuti pelatihan. Kehadiran peserta merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat jaringan relawan dan kesiapsiagaan bencana di daerah.

“PMI harus mampu menyiapkan diri dengan baik. Menjadi relawan PMI bukan tentang imbalan materi, tetapi tentang panggilan kemanusiaan untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Risdianto.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara aktif, berdiskusi, berbagi pengalaman lapangan, serta menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan misi kemanusiaan di masa mendatang.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman. Yaitu Budi Raharjo dari PMI Bali, Hidayatul Irwan dari PMI Sumatera Barat, Amrin dari PMI Kaltara dan Asar Aziz dari PMI Nunukan.

Kegiatan dibiayai melalui skema budget sharing antara PMI Pusat, PMI Provinsi, dan PMI kabupaten/kota se-Kaltara. Sebanyak 26 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari 1 peserta PMI Provinsi, 22 peserta PMI Kabupaten/Kota se-Kaltara, serta 3 peserta eksternal dari BPBD Kabupaten Bulungan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tana Tidung.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir sumber daya relawan yang semakin siap, terampil, dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi bencana di Kaltara. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....