Camat Tarakan Timur: Jangan Panik, Warga Diimbau Kembali ke Rumah

  • 09 Jun 2026 23:35 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Sinergi lintas sektor turun langsung memantau titik pengungsian di Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Senin malam (8/6/2026).

Kegiatan dilakukan pasca informasi potensi tsunami yang sempat membuat warga mengungsi.

Tim gabungan terdiri dari Kecamatan Tarakan Timur, Lurah Pantai Amal beserta jajaran, Babinsa, Bhabinkamtibmas Pantai Amal, unsur TNI AL, BPBD, serta para Ketua RT. Pemantauan dimulai pukul 21.00 WITA hingga 23.30 WITA.

Camat Tarakan Timur, Bobby Den Marten menjelaskan tim menyisir beberapa lokasi pengungsian utama. Yaitu kawasan Providen RT 11 yang jadi titik dengan jumlah pengungsi terbanyak, Masjid Universitas Borneo Tarakan (UBT) serta masjid di depan kawasan Bais Hill.

Untuk menjangkau semua titik, tim membagi area tugas agar pengawasan optimal. Selain mendata jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian, tim juga memberikan himbauan langsung agar masyarakat kembali ke rumah.

“Kondisi telah dinyatakan aman berdasarkan informasi resmi. Warga juga diingatkan agar tidak mudah mempercayai isu atau informasi yang tidak jelas sumbernya serta hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, Pemerintah Kota Tarakan, dan unsur TNI/Polri,” ujar Bobby Den Marten dalam pernyataan tertulisnya yang diterima RRI Tarakan.

Menurutnya, di poviden RT 11, tim masih menemukan warga yang baru datang mengungsi. Dari dialog, sebagian warga enggan pulang karena beredar isu dari mulut ke mulut soal kemungkinan tsunami susulan hingga tengah malam.

Menanggapi itu, tim lintas sektor memberikan penjelasan berdasarkan data resmi instansi berwenang. Hasilnya warga memahami situasi dan menyatakan bersedia kembali ke rumah keesokan harinya.

Pendekatan humanis dan persuasif juga dikedepankan agar masyarakat merasa aman dan percaya pada informasi pemerintah.

Respons positif juga terlihat di Masjid UBT. Setelah mendapat penjelasan dan kepastian dari petugas, sejumlah warga mulai berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing.

Pemerintah bersama seluruh unsur berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

“Masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengutamakan sumber informasi resmi dalam menghadapi situasi kebencanaan,” tegas Bobby.

Pengawasan ini jadi bentuk komitmen pemerintah hadir langsung memastikan keselamatan warga dan memutus rantai penyebaran informasi hoaks saat situasi darurat. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....