Tol Laut Dapat Respon Positif, Kapasitas Angkut Naik 3 Kali Lipat
- 08 Jun 2026 14:53 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kehadiran tol laut di Tarakan disambut positif pelaku budidaya rumput laut. Pasalnya kapal yang beroperasi sekarang ukurannya lebih besar, sehingga antrean dan rebutan ruang muat seperti tahun-tahun sebelumnya, sudah tidak terjadi lagi.
Hal itu dipastikan Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi. Ia menyebut kapasitas angkut naik signifikan sejak tol laut mulai beroperasi tahun ini.
“Pelaku budidaya ini sangat senang karena kapal yang kami operasikan adalah kapal yang ukurannya lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang kapasitas angkutnya sedikit dan berebut. Saat ini sudah tidak ada rebutan lagi karena kapal mampu mengangkut cukup banyak,” ujar Ferdy, Senin (8/6/2026).
Ia merinci, sebelumnya kapal hanya mampu 20 kontainer setiap kali pengiriman. Kini sejak awal beroperasi sampai saat ini, muatan rumput laut dari Tarakan ke Surabaya atau Makassar rata-rata di atas 60 kontainer.
“Mulai kami mulai berawal operasi sampai saat ini rata-rata di atas 60 kontainer muatan dari sini ke Surabaya atau ke Makassar dengan mengangkut rumput laut,” kata Ferdy.
Ferdy menyebut sejak Januari 2026 sudah masuk lima kali kapal tol laut dengan kapal KM Nusantara V.
Kontainer yang digunakan ukuran 20 feet. Volume muatan rumput laut sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Saat musim pasang rumput laut lebih berat, tapi saat kering otomatis bobot dan koneksinya berkurang.
Tol laut KM Logistik Nusantara V melayani Tarakan dengan jadwal rutin sebulan sekali. Tapi jika proses bongkar di pelabuhan akhir Makassar dan Surabaya lancar tanpa antre panjang, frekuensi bisa ditingkatkan jadi 2 kali sebulan.
Saat ini KM Logistik Nusantara V akan docking, sehingga digantikan sementara oleh KM Logistik Nusantara 6 dengan ukuran yang sama.
Menurutnya, saat ini tol laut Tarakan baru mengangkut rumput laut. Padahal kapal sudah dilengkapi reefer container untuk muatan beku. Ferdy menyebut potensi perikanan Tarakan bisa masuk tol laut asal dipesan jauh hari.
“Saat ini hanya rumput laut belum ada muatan lain. Padahal bisa juga potensi utama kalau perikanan. Karena kami di kapal ada menyediakan kontainer untuk muatan beku. Tapi memang harus diorder jauh lebih awal supaya harus menyiapkan kontainernya karena keterbatasan driver itu banyak dipakai di pelabuhan-pelabuhan lain,” ujarnya.
Dengan kapasitas besar dan jadwal rutin, pelaku usaha di Tarakan kini lebih tenang mengirim hasil budidaya ke pasar nasional. Pertumbuhan volume muatan jadi indikator jelas tol laut memberi dampak ekonomi positif bagi Tarakan. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....