Truk Kebut-kebutan dan Jalan Rusak di Jalur Islamic-Telaga Keramat Jadi Keluhan
- 04 Jun 2026 07:46 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Keluhan mengenai keselamatan di jalan raya kembali mencuat dari masyarakat Kota Tarakan di Halo RRI Tarakan, khususnya bagi para pengendara roda dua. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada aktivitas kendaraan berat atau truk yang kerap beroperasi di tengah jam sibuk masyarakat. Warga mengeluhkan tindakan pengemudi truk yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Melalui aspirasi yang disampaikan oleh akun @jalanjajan_tarakan, pihak terkait diminta segera mengambil tindakan tegas untuk memperingatkan para sopir truk tersebut. Truk-truk besar tersebut dilaporkan sering kebut-kebutan saat melintas di jalan-jalan protokol kota. Kondisi ini tentu memicu kecemasan mendalam bagi para pengendara sepeda motor.
Pengendara motor merasa hak mereka untuk mendapatkan rasa aman dan kenyamanan selama berkendara di jalan umum telah terenggut akibat aksi ugal-ugalan tersebut. Padahal, jalan kota seharusnya menjadi ruang publik yang aman bagi seluruh moda transportasi tanpa terkecuali. Arus lalu lintas yang padat di jam aktivitas masyarakat membuat risiko kecelakaan semakin tinggi jika tidak ada kontrol kecepatan.
Tidak hanya masalah truk yang ugal-ugalan, kondisi infrastruktur jalan di Kota Tarakan juga tidak luput dari keluhan. Berdasarkan laporan warga, masalah serius terjadi sepanjang jalur dari arah Islamic Center menuju Telaga Keramat. Jalur penghubung ini dinilai memerlukan perhatian mendesak dari instansi pemerintah terkait.
Pada kawasan Islamic hingga Telaga Keramat tersebut, terdapat banyak titik aspal atau permukaan jalan yang tidak rata. Akibat kontur jalan yang bergelombang dan rusak ini, genangan air kerap muncul di beberapa titik setiap kali intensitas hujan meningkat di wilayah Tarakan. Keberadaan kubangan air ini otomatis mengganggu kelancaran lalu lintas.
Warga pun secara terbuka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk segera turun tangan membenahi infrastruktur di area tersebut. Perbaikan pada jalan-jalan yang tidak rata sangat dinantikan agar air hujan dapat mengalir dengan baik ke saluran drainase dan tidak lagi menggenang di badan jalan. Pemerintah diharapkan melakukan pengaspalan ulang demi kenyamanan publik.
Di samping menuntut tindakan dari pemerintah dan pihak berwenang, akun @jalanjajan_tarakan juga memberikan teguran keras kepada sesama pengguna jalan, khususnya para pengemudi mobil. Kesadaran sosial di antara pengendara dinilai masih sangat rendah ketika menghadapi situasi jalanan yang basah.
Warga sangat menyayangkan sikap sejumlah pengemudi kendaraan roda empat yang justru memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melewati genangan air. Aksi ngebut di tengah genangan ini menyebabkan cipratan air kotor mengenai para pengendara sepeda motor atau pejalan kaki yang berada di sekitarnya. Perilaku egois tersebut dinilai tidak mencerminkan etika berkendara yang baik.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara, Maria Ulfa dalam Wawancara di Program Halo RRI di Programa 1 RRI Tarakan, merespons keluhan masyarakat mengenai operasional truk yang ugal-ugalan pada jam sibuk. Ombudsman mengapresiasi keaktifan warga dalam menyuarakan kondisi lalu lintas demi keselamatan bersama.
Ia menyatakan bahwa pihaknya telah berulang kali melayangkan atensi kepada instansi berwenang agar regulasi jam operasional truk diperketat. Pengawasan di lapangan harus dioptimalkan untuk memastikan hanya truk yang benar-benar layak jalan yang boleh beroperasi.
"Truk-truk besar juga diwajibkan memasang perangkat pengaman di bagian bawah kanan dan kiri bak truk. Langkah preventif ini sangat penting untuk mengantisipasi dampak fatal jika terjadi kecelakaan atau senggolan dengan pengendara roda dua.," Ungkap Maria Ulfa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....