Cyber Grooming Mengintai Anak di Medsos, Waspadai Modus Asmara

  • 29 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Ancaman terhadap keselamatan anak-anak di era modern kini tidak lagi hanya terjadi di ruang publik nyata, melainkan telah merambah ke dunia maya. Derasnya arus digital turut membuka celah lebar bagi para pelaku kejahatan siber untuk melakukan cyber grooming hingga modus pemerasan digital terhadap anak di bawah umur maupun remaja.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dr. (Cand.) Yudha Fernando, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa salah satu modus yang paling marak terjadi di dunia maya adalah manipulasi hubungan asmara atau romance scam.

"Pelaku seringkali membujuk korban untuk mengirimkan dokumentasi vulgar. Dokumen pribadi ini yang kemudian dijadikan senjata oleh pelaku untuk mengancam dan memeras korban ketika hubungan sepihak itu berakhir," ujar Yudha kepada RRI.

Menurut Yudha, jejak digital dari dokumentasi vulgar tersebut sangat berbahaya. Selain berpotensi menjadi sumber pemerasan yang berkelanjutan, dampak psikologisnya dapat menimbulkan trauma mental seumur hidup bagi korban yang masih berusia muda.

Momentum Bangkit Lindungi Anak di Ruang Digital

Menyikapi fenomena yang kian mengkhawatirkan ini, Yudha menilai momentum Hari Kebangkitan Nasional harus dijadikan refleksi bersama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan digital keluarga.

"Ancaman predator di era digital sekarang ini nyata terjadi di dunia maya. Konten digital bisa dijadikan alat untuk mengancam dan memeras seseorang," tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit bersama memperketat literasi digital. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengawasi anak-anak dalam menggunakan gadget (gawai) serta memastikan mereka terlindungi dari ruang-ruang digital yang tidak aman.

Untuk memutus mata rantai kejahatan siber ini, Yudha mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih intens membangun komunikasi dua arah dengan anak. Orang tua juga diharapkan mengedukasi anak agar tidak mudah mempercayai pihak asing atau orang yang baru dikenal di media sosial. (Setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....