Terpilih Aklamasi, dr. Rozi ingin Aktifkan Kembali Peran IDI Tarakan

  • 23 Mei 2026 21:14 WIB
  •  Tarakan

RRI. CO. ID, Tarakan - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tarakan memiliki ketua baru. Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Minggu (3/5/2026) secara aklamasi mengamanahkan dr. Rozi Djoko Arfiono, M.M sebagai ketua periode 2026-2029.

Direktur Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) in menggantikan dr. Sigit Prastyanto Sp.A yang berakhir masa jabatannya. Muscab sendiri menjadi ajang pemilihan rutin yang digelar setiap 3 tahun sekali.

Usai terpilih, Rozi mengatakan prioritas pertamanya adalah mempersatukan kembali dokter-dokter di Tarakan. Menurutnya, selama ini peran IDI di kota tersebut dinilai kurang aktif.

“Tugas saya mempersatukan kembali dokter-dokter yang ada di Kota Tarakan. Apalagi di era sekarang, ada program CKN, MBG, CKG yang menuntut peran dokter lebih banyak,” ujar Rozi, Minggu (23/5/2026).

Menueurnya, ada tiga fokus utama dalam kepengurusannya ke depan. Pertama, mengaktifkan kembali keanggotaan IDI Tarakan dan meningkatkan profesionalisme melalui berbagai kegiatan.

Kedua, membangun kaderisasi agar regenerasi kepemimpinan IDI tidak terputus.

“Selama ini kaderisasi berhenti. Mulai sekarang, anggota muda akan kami kader agar tahun 2029 sudah siap memimpin IDI Cabang Tarakan berikutnya,” kata Rozi.

Ketiga, memperkuat pelayanan masyarakat yang bermutu dan berkeadilan. IDI Tarakan berkomitmen mendorong anggotanya agar lebih terlibat dalam program kesehatan pemerintah dan pelayanan publik.

Dengan kepengurusan baru, IDI Tarakan berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

IDI Tarakan menjadi wadah berhimpunnya tenaga dokter baik umum maupun spesialis. Jumlah anggotanya kini mencapai 250 orang baik yang bertugas di pelayanan kesehatan yang dikelola pemerintah maupun secara mandiri.

Ia menilai untuk di Tarakan, kebutuhan akan tenaga dokter umum sudah tercukupi. Yang masih kurang adalah dokter spesialis dan sub spesialis.

Karena itu Rozi mengaku akan melakukan pendekatan ke pemerintah pusat melalui kementrian terkait agar dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan dokrer spesialis dan sub spesialis di Tarakan. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....