Amukan Api di Long Lasan: 7 Rumah Ludes, Kerugian Tembus Rp700 Juta

  • 02 Mei 2026 20:51 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Amukan api meluluhlantakkan permukiman warga di Desa Long Lasan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Sabtu (2/5/2026).

Dalam hitungan waktu, kobaran api menghanguskan tujuh rumah warga dan merusak dua bangunan lainnya, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp700 juta.

PS Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo mengatakan, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.00 WITA itu diduga bermula dari rumah milik YL.

Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain, mengingat sebagian besar rumah warga terbuat dari material kayu yang mudah terbakar.

Lanjut Hadi, data sementara mencatat tujuh rumah yang ludes masing-masing milik YL, JL, AL, YN, RE, DI, dan PL.

"Sementara ada dua rumah lainnya ikut terdampak, serta tiga sarang burung walet di sekitar lokasi juga tak luput dari kobaran api," kata Hadi berdasarkan laporan yang diterima dari Polsek Long Peso.

Berdasarkan saksi mata, YN, kata Hadi, ia melihat api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah YL setelah terdengar teriakan warga.

Kepanikan pun langsung menyebar, warga berhamburan keluar rumah sambil berupaya menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan.

“Warga langsung bergotong royong membantu evakuasi barang dan memanggil masyarakat lain untuk memadamkan api,” ujarnya.

Di saat bersamaan, YL yang tengah tertidur di dalam rumahnya nyaris terjebak.

Ia terbangun setelah keponakannya mendobrak pintu kamar sambil berteriak kebakaran.

“Saat dia (saksi YL) keluar, api sudah membakar bagian atap dapur. Dan dia langsung menyuruh keluarga keluar menyelamatkan diri, tidak sempat selamatkan barang,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Hadi, upaya pemadaman dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dari sejumlah desa sekitar, seperti Long Lasan, Long Peso, Long Bia, dan Muara Pangean.

Personel Koramil Peso dan Polsek Long Peso turut membantu. Api akhirnya berhasil dijinakkan menggunakan peralatan seadanya dengan memanfaatkan sumber air di sekitar lokasi.

Hadi menyebutkan, bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik yang kemudian memicu api cepat membesar.

“Api diduga berasal dari konsleting listrik di rumah korban awal, kemudian dengan cepat menjalar karena kondisi bangunan berbahan kayu,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian besar bagi warga.

Hadi memastikan situasi saat ini sudah terkendali dan pihak kepolisian masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut.

“Tidak ada korban jiwa. Saat ini api sudah padam dan kondisi aman, namun pendataan dan penyelidikan masih terus kami lakukan,” pungkasnya. (rln/sti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....