Kaltara Buka Peluang Ekspor Langsung Komoditi Unggulan ke Negara Tujuan
- 29 Apr 2026 19:24 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Peluang Kalimantan Utara (Kaltara) mengekspor komoditi unggulannya secara langsung ke negara tujuan, terbuka lebar setelah dilakukan diskusi Akselerasi Ekspor Langsung Komoditi Unggulan Kaltara.
Diskusi yang berlangsung di Gedung Graha Angkasa, Terminal Lama Bandar Udara Juwata Tarakan, Rabu (29/4/2026) digelar oleh Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Kalimantan Utara, bekerjasama dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Ombudsman RI Perwakilan Kaltara, BLU Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara dan National Logistic Ecosystem (NLE).
Hadir sejumlah stakeholder terkait, termasuk pelaku usaha eksportir hingga pihak maskapai khusus kargo untuk mengakselerasikan semua pihak dalam mendukung ekspor langsung komoditi unggulan Kaltara.
Kepala Balai Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud menilai dari diskusi ini terbuka peluang untuk mengekspor komoditi unggulan Kaltara secara langsung ke negara tujuan.
My Indo Airlines selaku maskapai penerbangan khusus kargo yang berbasis di Jakarta, bersedia mengangkut komoditi unggulan Kaltara ke negara tujuan.
Selain itu pihaknya bersama stakeholder terkait juga siap mendukung melalui akselerasi bersama. Yang menjadi persoalan sekarang hanya terkait harga pengiriman logistik
"Pada prinsipnya secara sistem kemudian sop Kami mencoba ini di akselerasi dengan adanya sop bersama kemudian adanya aplikasi bersama. Harapannya itu mempermudah kalaupun ada nanti kendala-kendala teknis kami Coba bantu di asistensinya mungkin kendalanya hanya harga logistiknya memang belum ada fix-nya sehubungan dengan my Indo ini, kemudian dari kapal yang langsung ke China. Tapi paling tidak kita mulai dua hari ini mudah-mudahan dalam Minggu ini atau Minggu depan by Indo bisa langsung jalan pengiriman ke China," ujar Ichi Langlang Buana.
Menurut Ichi, pihak My Indo sebenarnya sudah menjajaki engiriman logistik melalui Tarakan. Hanya saja belum ada komoditi unggulan Kaltara yang dikirim. Karena My Indo belum membuka harga sehingga eksportir juga belum bisa melakukan pengiriman.
Ichi menilai, pengiriman logistik melalui Tarakan langsung ke China, mestinya membuat harga logistik lebih murah. Karena jarak Tarakan ke China lebih dekat dari Jakarta atau Surabaya.
Ichi menegaskan pihaknya bersama stakeholder terkait seperti Bea dan Cukai Tarakan serta yang lainnya siap berkolaborasi mendukung ekspor langsung ini dengan memproses lebih cepat lagi.
Sementara itu, melalui jalur laut pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Pelindo. Ada dua kapal yang siap melayani yaitu kapal milik Kayan dan dari Cina. Namun perlu dilakukan koordinasi lebih intens karena ketika kembali ke Cina selalu kosong atau tidak mengangkut logistik.
Karena itu setelah pertemuan ini pihaknya mengagendakan pertemuan lebih lanjut bersama pelaku usaha, maskapai dan pihak bandara untuk membicarakan teknis pelaksanaannya. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....